<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213</id><updated>2012-01-31T16:47:47.579+07:00</updated><category term='Mangrove area'/><category term='sahur'/><category term='hidup'/><category term='malang'/><category term='padang'/><category term='air'/><category term='maninjau'/><category term='Structure'/><category term='vitamin'/><category term='dilematis'/><category term='sabar'/><category term='makan'/><category term='ramadhan'/><category term='pilihan'/><category term='jakarta'/><category term='emosi'/><category term='olah raga'/><category term='lebaran'/><category term='longsor'/><category term='Mud crab'/><category term='lubuk basung'/><category term='bukittinggi'/><category term='kereta api'/><category term='masa depan'/><category term='puasa'/><category term='semarang'/><category term='jam gadang'/><category term='malalak'/><category term='Undip'/><category term='pns'/><category term='berbuka'/><category term='negara'/><category term='pekanbaru'/><category term='batas'/><category term='agam'/><title type='text'>Aat Agam Piliang</title><subtitle type='html'>Sebuah rumah mini yang penuh makna, tempat berbagi dengan semua....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-6176044661518156867</id><published>2010-08-25T22:30:00.001+07:00</published><updated>2010-08-25T22:32:51.838+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emosi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olah raga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vitamin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbuka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air'/><title type='text'>Tips sehat berpuasa</title><content type='html'>Ketika berpuasa, bahan makanan yang masuk (intake) berbeda dengan energi yang dikeluarkan (outtake) selama beraktivitas. Itu sebabnya, selama menjalankan ibadah puasa, kesehatan pun harus dijaga. Untuk itu, perlu diperhatikan pengaturan makan dan minum pada saat sahur atau berbuka puasa, agar tubuh tetap segar dan bugar sepanjang hari selama berpuasa.  Pada saat berpuasa bahan makanan penghasil energi utama seperti karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan protein yang masuk ke tubuh kita tidaklah sebanyak hari-hari biasa. Lalu bagaimanakah memadukan antara ibadah dan mendapatkan manfaat bagi kesehatan kita, berikut beberapa tips menjalankan puasa sehat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Tinggalkan Sahur&lt;br /&gt;Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa Ramadhan yang sangat disarankan. Sahur sama pentingnya seperti sarapan. Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis. Banyak makan makanan manis disaat sahur akan membuat Anda cepat lapar di siang hari. Makanan manis membuat tubuh bereaksi melepaskan insulin secara cepat, insulin berfungsi memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Sedangkan makan makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap. Untuk membuat energi dari sahur tahan lama, bersahurlah lebih akhir saat mendekati imsak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Tunda Berbuka&lt;br /&gt;Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi kembali, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula mengembalikan secara instant energi kita yang terkuras seharian. Tetapi usahakan menghindari minum es atau yang bersoda, karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanlah Secara Bertahap&lt;br /&gt;Biasanya begitu mendengar bedug magrib, tanpa tunggu lagi kita langsung menyantap habis hidangan yang disediakan diatas meja. Ini bukanlah pola yang bagus untuk kesehatan, setelah seharian perut kita tak terisi dan organ cerna beristirahat, sebaiknya jangan langsung menyantap hidangan dalam jumlah besar. Saat tiba waktu berbuka makan makanan manis, seperti kolak, atau minum teh hangat, istirahatkan sesaat, bisa Anda gunakan jeda itu untuk menjalankan sholat magrib sambil memberi waktu organ cerna kita menyesuaikan. Baru setelah sholat Anda dapat lanjutkan kembali makan makanan yang lebih berat seperti nasi dan lauk-pauknya. Dan setelah Tarawih dilanjutkan lagi dengan sesi makan kecil atau camilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Tinggalkan Olahraga&lt;br /&gt;Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih selain ibadah juga sebagai sarana menjaga kebugaran jasmani karena saat melakukan sholat tarawih sama dengan membakar kalori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi Cukup Air&lt;br /&gt;Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Lebih dari 60% tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik setiap organ tubuh kita membutuhkan air. Tanpa air yang cukup tubuh akan mengalami gangguan. Untuk itu perbanyak minum air untuk simpanan dalam tubuh supaya semua organ berfungsi dengan baik. Yang disebut air disini bukan hanya berupa air putih, tapi susu dan teh pun juga termasuk di dalamnya. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, aturlah agar Anda minum delapan gelas air sebelum menjalani puasa esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendalikan Emosi&lt;br /&gt;Tujuan puasa adalah mengontrol emosi, belajar bersabar dan berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Secara psikologis ini mempengaruhi mental-spiritual kita, dengan mengendalian emosi membuat jiwa kita tumbuh lebih sehat, dan merasakan kedekatan dengan Tuhan membuat hati kita damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat menjalankan IBADAH PUASA"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-6176044661518156867?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/6176044661518156867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2010/08/tips-sehat-berpuasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/6176044661518156867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/6176044661518156867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2010/08/tips-sehat-berpuasa.html' title='Tips sehat berpuasa'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-5248672425523571821</id><published>2010-06-15T20:50:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T20:51:35.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pns'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dilematis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='negara'/><title type='text'>sebuah perenungan dilematis</title><content type='html'>Gak tau kenapa aq sampai terlalu memikirkan hal2 yang bagi sebagian orang tak perlu dipikirkan… &lt;br /&gt;apalagi melihat kondisi sekarang ini. Selain kondisi ekonomi yang fluktuatif/ tidak menentu diperparah oleh kinerja aparat pemerintah yang amburadul dan sangat mengecewakan..(maaf buat kwn2 yg merasa aparat pemerintah)… &lt;br /&gt;Hampir semua instistusi/ departemen melakukan korupsi dari pusat sampai daerah..&lt;br /&gt;Sekarang kepercayaan masyarakat yang sudah sangat luntur pada pemerintah, terlebih sejak beberapa kasus terkuak sehingga saling serang dan bela pun terjadi…..&lt;br /&gt;Kadang aku tak habis pikir……kenapa bisa terjadi seperti ini???...(walau sejatinya ini sudah jalan yg terbaik dari Nya)….. &lt;br /&gt;aneh..aneh…parah…dan dilematis juga akhirnya bagiku…..&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;Keinginan tuk mencari uang/ pendapatan yang “benar2 halal” dan terjebak dalam system dinegara “aneh” ini……&lt;br /&gt;…..&lt;br /&gt;Awalnya aq berpendapat , ketika kita bekerja disuatu tempat, dimana kita bisa bekerja / masuk dengan cara yang wajar/pas/halal dan bekerja sesuai aturan yang benar maka kita berhak atas gaji/ uang dari hasil jerih payah tadi…dan ini “dulu” menurutku halal…tapi setelah aq coba tuk merenung dan mengkaji kembali…sehingga menimbulkan sebuah pertanyaan (yg sebenarnya masih aku cari jawabannya sampai sekarang)..” perlukah kita tau sumber uang dari gaji/ pendapatan yang kita terima??”..&lt;br /&gt;Salah satu contoh..&lt;br /&gt;..bekerja sebagai “data entry” disebuah perusahaan…… kalo perusahaannya bener (dari segi aktivitas yg bisa dilihat dari cara kerja nd cara mendapatkan pemasukannya gak bertentangan dgn agama/halal, ex: perushaan jasa transportasi, usaha pertanian dll).. dan bagaimana jika kita bekerja di sebuah diskotik??? Or perushaan lain yang mendapatkan pemasukannya dari cara2 yang gak bener???..(ex: penipuan/bohong/menghalalkan segala cara)…”bagaimana dengan penghasilan yang didapat??......&lt;br /&gt;Emang kalo kita gak tau ttg sumber pemasukan tadi “sedikit” tidak menjadi masalah, tapi kita punya akal tuk berfikir nd mencari tahu…..!!&lt;br /&gt;……………..&lt;br /&gt;Dulu PNS salah satu pekerjaan yang menurutku bisa lebih baik/halal..(mungkin ini hikmah dari kegagalan q ikut tes cpns beberapa kali, jadi aq bisa melihatnya sebelum aq benar2 memutuskan masuk ke system Negara “aneh” ini)….&lt;br /&gt;Asal kita bekerja dengan baik dan sesuai prosedur kemudian terima gaji yang menjadi hak kita aja, jangan korupsi or melakukan tindakan menyeleweng lainnya…maka itu “halal” (menurutku dulu)..&lt;br /&gt;Tapi perlukah kita dari mana sumber uang yang kita terima dari Negara itu??...&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;…Negara mendapatkan pendapatan/uang dari pajak/ retribusi dan keuntungan dari badan2 usaha… tapi sadarkah bahwa didalamnya termasuk uang dari retribusi barang2 “haram”.., ex: retribusi miras, diskotik,lokalisasi, perjudian, dan dari hasil penggusuran warga negara (yg akhirnya hidup mereka terlunta2..)..serta pemerasan terhadap rakyat yg dilegalkan dgn undang2 yg bernama “pajak” (tanpa pandang bulu masyarakat yg hidup pas2an juga diwajibkan bayar pajak, dan hasil pajak tsb tdk dirasakan langsung kebaikannya oleh masyarakat kalangan bawah), dll……&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;…..wajarkah kalo aq mengatakan sekarang aku hidup dinegara yang “aneh”…&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;..sungguh sebuah pilihan yang dilematis….&lt;br /&gt;…..&lt;br /&gt;Semoga Tuhan memberikan petunjukNya..aminn…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-5248672425523571821?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/5248672425523571821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2010/06/sebuah-perenungan-dilematis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/5248672425523571821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/5248672425523571821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2010/06/sebuah-perenungan-dilematis.html' title='sebuah perenungan dilematis'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-7763294747719109161</id><published>2010-06-15T20:41:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T20:43:57.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semarang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kereta api'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jakarta'/><title type='text'>Sepenggal cerita..(Napak Tilas I 2010 ..Jakarta - Malang - Jakarta)</title><content type='html'>Selasa, 23 maret 2010&lt;br /&gt;Pukul 13.15 Wib ketika masih ditanah abang keputusan tuk berangkat ke Malang di buat....&lt;br /&gt;jadwal keberangkatan kereta "Matramaja" adalah pukul 14.00 wib dari stasiun senen, jadi aq masih punya waktu 45 menit tu mendapatkan keretanya...&lt;br /&gt;segera meluncur menuju stasiun senen, waktu yang singkat ...membuat ku memutuskan berangkat naek ojek....&lt;br /&gt;"bang Stasiun Senen..ngebut ngejar jadwal kereta jam 2.."&lt;br /&gt;segera meluncur ditengah keramian ibukota......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gak nyampe 30 menit sampai juga di stasiun...&lt;br /&gt;pesen tiket.. dan aq masih punya waktu beberapa menit tuk makan siang.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kali ini pilihan pada warteg... sebagai adaptasi tuk amkan nanti di aderah jawa...( sejak di Serang nd jakarta aq hampir tiap saat makan masakan Padang,,)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.00 wib..kereta berangkat menuju timur......&lt;br /&gt;"dah lama banget gak merasakan anek kereta ekonomi seperti ini...." gumam ku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali merasakan atmosfer2 masa2 petualangan dulu..&lt;br /&gt;dapat etman ngobrol sepasang suami istri dan seorang cewek, mereka turun di Tulung agung tapi asli Trenggalek..&lt;br /&gt;asik juga ngobrol2 ma mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gk lama kemudian kereta nyampe di St. jatinegara....&lt;br /&gt;hmmm&lt;br /&gt;jadi keingat peristiwa bulan Juni th 2003.. stasiun pertama ku waktu berangkat ke semarang....&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;terus meluncur.....&lt;br /&gt;14.30...masuk stasiun bekasi....&lt;br /&gt;asik, menarik....&lt;br /&gt;aq bisa kembali ke dunia ini...&lt;br /&gt;pedagang asongan, pengamen, pengemis dll.....&lt;br /&gt;......&lt;br /&gt;panas juga.... mgkn karena kelamaan di ruang Ac kali ya....:)&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;perjalanan Bekasi - Krawang disuguhi pemandangan yang memilukan hati....&lt;br /&gt;banjir ....banjir... rumah2 yang terendam oleh luapan waduk jatiluhur....&lt;br /&gt;...ngantuk......tertidur juga...zzz..zzz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.45..masuk stasiun kroya..(hujan lebat)...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;17.10...memasuki persawahan luas..(gk tau didaerah mana...)&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;mendengarkan obrolan penumpang mengingatkan ku pada masa2 kuliah.. bahasa jawa....(aq dah jarang mendengar bahasa itu digunakan orang dilingkungan ku sekarang...)......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diantara persawahan, aq melihat kokohnya gunung ciremai berdiri dengan angkuhnya....&lt;br /&gt;(mengingatkan pada pendakian tahun 2006..adi, nd tri.. 12 jam kepuncak....)&lt;br /&gt;17.50...stasiun Prujakan Cirebon.... (dari sini pendakian gunung ciremai 2006 dilanjutkan menuju terminal dan terus ke BC di Linggarjati..., &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.00...makan malam dlu.., ternyata aq dibelikan oleh penumpang di samping q.. (mumpung gratis hajar aja..:0..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.25... melanjutklan perjalanan.........&lt;br /&gt;18.55..stasiun Babakan..(kereta berhenti cukup lama..)&lt;br /&gt;19.45: ..stasiun tegal....&lt;br /&gt;20.45...stasiun pekalongan...(kota batik..)&lt;br /&gt;21.10. kereta terhenti bbrp menit di daerah alas roban..&lt;br /&gt;22.10... kaliwungu kendal...&lt;br /&gt;22.30...Stasiun Poncol....SEMARANG.........&lt;br /&gt;ternyata ada sedikit perubahan dengan kondisi stasiun ini...&lt;br /&gt;ketemu dgn upiek nugroho..., wulan, ucup, wulan,faizah,santi....dan 2 orang adek kelas q anak PSP '06&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;hanya upiek yang gak ikut ke malang....&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;perjalanan dilanjutkan.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melewati kawasan tambak lorok...menjadai teringat dgn kenangan2 waktu praktikum..hahhaa&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;di lantai kereta ini aq duduk bersebelahan dengan ucup sedangkan santi dan wulan sudah sangat mengantuk..., hanya faizah yg masih asik dgn hape nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 maret 2010..&lt;br /&gt;00.30..dalam perjalanan dari semarang - Solo ketemu dengan penjual mie yang ngajakin ngobrol pke bahasa inggris..&lt;br /&gt;hahha, lmyn buat ngusir kantuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01.30...st. Solo...&lt;br /&gt;tertidur dgn gaya lama..khas pengelana di kereta ekonomi/ bisnis... bermodalkan koran tidur dengan nyenyak di koridor..hahahha..yg penting pulas...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;lagi asik2 tidur dibangunin ucup....&lt;br /&gt;yeahhhhhhhhhh...&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;03.00...st Madiun..&lt;br /&gt;keluar dari kreta dan duduk2 di bangku nya sambil update status (kata kawan2 q..hahah)..&lt;br /&gt;sementara ucup tiduran di bangku kereta dan wulan sibuk dengan kamera Canon nya.... (ternyata dia mengambil gambar q..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08.00 ..alhamdulillah akhirnya sampai di stasiun kota Malang Baru.....&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;dan gak lama kemudian "danang" suami isna datang menjemput... (untuk ke dua kalinya danang menyelamatkan ku di koat malang..thx danang...)...&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;mandi dan istirahat serta makan juga sampai ketiduran di rumah danang...(komplek arhanud Malang)...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;kemudian pergi ke acra pernikahan endah....&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;15.00... back to jakarta...&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;25 maret 2010..&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;11.00am..alhamdulillah nyampe kembali di stasiun senen....&lt;br /&gt;.sujud syukur padaMu ya Allah, atas Ridho Mu perjalanan ini bisa terlaksana... dan juga&lt;br /&gt;thax for all yang tlah terlibat dalam perjalanan ini..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-7763294747719109161?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/7763294747719109161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2010/06/sepenggal-ceritanapak-tilas-i-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/7763294747719109161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/7763294747719109161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2010/06/sepenggal-ceritanapak-tilas-i-2010.html' title='Sepenggal cerita..(Napak Tilas I 2010 ..Jakarta - Malang - Jakarta)'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-1297493017215809115</id><published>2009-11-08T11:54:00.000+07:00</published><updated>2009-11-08T11:56:01.173+07:00</updated><title type='text'>DAN AKHIRNYA AKU TERSADAR DARI KELALAIANKU</title><content type='html'>Tulisan ini adalah sebuah surat yang dikirimkan oleh salah seorang wanita yang mengisahkan kisah seorang korban dari sekian banyak korban pacaran, dan menjelaskan betapa jauh pengaruhnya terhadap dirinya, serta bagaimana para pelamar memalingkan padangan mereka darinya disaat mengetahui akan pamornya yang jelak, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala meyelamatkannya dari jalan yang gelap gulita serta memberikannya petunjuk untuk taat pada perintah-perintah-Nya. Dia berkomentar dalam suratnya ini dengan mengatakan:&lt;br /&gt;“Aku mengirimkan surat ini kepadamu karena aku merasa surat ini pantasuntuk disebar luaskan, sebab surat ini menjelaskan sampai sejauh mana bencana yang menimpa sebagian gadis di bawah slogan emansipasi dan pacaran!!! Akan tetapi yang menjadikan kita semakin bersedih adalah kejadian ini di dengardan di saksikan oleh para walinya. Aku tuliskan surat ini agar menjadi pelajaran bagi kaum laki-laki sebelum wanita, agar kaum laki-laki menjaga keluarga wanita mereka dan anak gadis mereka, agar tidak kehilangan harga diri dan terjatuh kedalam perangkap syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban ini, yang Allah Subhanahu wa Ta’ala selamatkan sebelum terjatuh kedalam jurang yang tak berdasar namanya F.A.Q, dia berkata:&lt;br /&gt;“Aku dulu hidup dengan penuh kebebasan, sampai-sampai aku memiliki hubungan dengan para pemuda tetangga, dan aku membujuk mereka untuk berbicara denganku dan aku berlemah lembut kepada mereka.&lt;br /&gt;Sungguh aku (waktu itu) sangat tidak punya rasa malu, aku menggunakan telephon untuk berhubungan dengan mereka. Sampai suatu saat ada seorang pemuda yang ketika melihatku langsung berkeinginan untuk melamarku. Akan tetapi ketika dia mendengarkan cerita tentang diriku sering disebut-sebut oleh pemuda lingkunganku, dia berpaling dariku dan memilih untuk menikah dengan adikku. Aku tidak sholat dan juga tidak menjalankan sedikitpun ajaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari mobilku macet di tengah jalan, maka aku melambai-lambaikan tanganku dengan harapan agar ada mobil yang sudi unuk berhenti dan membantuku, aku lakukan hal ini beberapa lamanya.&lt;br /&gt;Walaupun banyak pemuda yang berhenti dan turun, tetapi hanya untuk menikmati senyum dan memandangi tubuhku yang mirip telanjang. Di saat itu… ada sebuah mobil yang berhenti dan turunlah seorang pemuda yang biasa-biasa saja, tidak nampak padanya tanda-tanda orang yang beragama. Aku sangat terperanjat ketika dia tidak mau memadangiku dan hanya bekerja keras dan serius dalam membenahi mobilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat keheranan karena dia tidak tergoda olehku dan juga tidak berusaha untuk merayuku sebagaimana dilakukan oleh para pemuda lainnya!? Maka aku berusaha untuk merayunya dan akupun tersenyum manis dihadapannya. Akan tetapi dia tetap tidak mau membalasnya. Dan ketika dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan selesai dari memperbaiki mabilku, dia berkata kepadaku:’Semoga Allah melindungimu, dan hendaknya engkau menutup dirimu’. Kemudian dia pergi meninggalkan aku dalam keadaan terheran-heran melihatnya. Akupun bertanya-tanya pada diriku: Apa yang menyebabkan seorang pemuda belia yang jiwa muda dan kelelakiannya sedang memuncak tidak terfitnah denganku, bahkan dia menasehatiku agar aku menutup diriku?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sepanjang jalan aku bertanya-tanya: Kekuatan apa yang menahan pemuda itu? Akupun terus memikirkan perkataannya kepadaku, apakah aku dalam kebenaran? Ataukah aku sedang meniti jalan kebinasaan? Aku tidak henti-hentinya keheranan, sampai akhirnya aku tiba dirumah, dan kebetulan pada hari itu tidak ada seorangpun yang dirumah.&lt;br /&gt;Dan ketika aku masuk rumah, tidak berapa lama datanglah suami adikku yang dulu hendak menikahiku, lantas diapun bercanda denganku… Sebagaimana kebiasaanku, akupun meladeninya dengan lirikan dan kata-kata yang manis, sampai-sampai dia berusaha untuk menodaiku. Saat itulah aku tersadar, dan aku merasakan betapa hinanya diriku. Perasaan yang tidak pernah aku merasakan sebelumnya, akupun menangis. Aku berhasil lolos dari srigala ini dalam keadaan selamat badanku, akan tetapi jiwaku sakit. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan? Dan apa penghujung jalan yang sedang aku tempuh…?&lt;br /&gt;Akupun berusaha untuk mencari pelarian dari jiwaku yang gundah… Aku tidak mendapatkan sesuatu yang dapat melupakanku dari kejadian tersebut pada film-film, lagu-lagu, atau kisah-kisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga aku jatuh sakit beberapa minggu, kemudian aku berkenalan dengan beberapa wanita yang taat beragama, dan salah seorang dari mereka menasehatkan kepadaku agar aku melaksanakan sholat.&lt;br /&gt;Sungguh mengherankan, ketika pertama kali aku melakukan sholat, aku merasakan adanya ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Maka akupun rajin melaksanakan sholat dan menghadiri ceramah, membaca Al-Qur’an dan akupun mengenakan hijab (busana muslimah) yang syar’iy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai-sampai pada suatu hari keluargaku keheranan ketika melihatku sedang sholat. Semenjak itulah aku meniti jalan yang benar dan berdakwah di jalan Allah, akupun meninggalkan jalan kesesatan.&lt;br /&gt;Sekarang aku memiliki jadwal ceramah tentang hakikat taubat, keutamaan Allah Azza wa Jalla dan kemurahan-Nya terhadap segenap hamba-Nya dengan memudahkan jalan hidayah untuk mereka… Segala puji hanya milik Allah yang dengan nikmat-Nya hal-hal kebaikan dapat terlaksana…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Dlohiyah Mu’aakasah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/profile.php?id=100000159044428&amp;v=app_2347471856&amp;ref=profile&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-1297493017215809115?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/1297493017215809115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/11/dan-akhirnya-aku-tersadar-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/1297493017215809115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/1297493017215809115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/11/dan-akhirnya-aku-tersadar-dari.html' title='DAN AKHIRNYA AKU TERSADAR DARI KELALAIANKU'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-9048746731273576036</id><published>2009-10-15T16:44:00.000+07:00</published><updated>2009-10-15T16:46:07.781+07:00</updated><title type='text'>mendaki penyangga langit minangkabau</title><content type='html'>Gunung Singgalang dikiaskan sebagai salah satu penyangga langit Minangkabau. Tiga puncak utama yang sering disebut Tri Arga, salah satunya adalah gunung dengan tinggi 2.877 meter dari permukaan laut (dpl) ini. Dalam wilayah geografis, gunung ini terletak di Kabupaten Agam. Tepat di sebelahnya, menantang dengan kokoh gunung Marapi, penyangga lainnya selain Talang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Singgalang mempunyai kawasan hutan dipterokarp bukit atau hutan di ketinggian 300 sampai 750 meter dpl. Selain itu, di gunung ini juga terdapat hutan dipterokarp atas (hutan diatas 750 sampai 1.200 meter dpl), hutan Montane (hutan yang berada di ketinggian 1.200-1.500 meter dpl) dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan dipterokrap terdapat spesies pohon Seraya, pohon Kemuning dan Meranti. Di hutan dipterokarp atas juga ditemui pohon Meranti Bukit dan pohon Damar Minyak. Di kawasan hutan Montane, merujuk kepada kawasan hutan yang terdapat pada ketinggian 1.200 â€“ 1.500 meter, spesies utamanya terdiri dari pohon Mempening, Berangan, Damar Minyak dan Podo. Beranjak ke hutan ericaceous atau hutan gunung di ketinggian melebihi 1.500 meter, spesies utamanya terdiri dari pohon Kelat, pohon Periuk Kera, dan berbagai-bagai jenis belukar, buluh, resam, paku-pakis, serta lumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Singgalang sendiri termasuk ke dalam jenis vulkanis yang tidak aktif. Gunung ini ditutupi hutan hujan tropis, trek pendakian terjal dan terdapat 2 buah telaga di daerah puncak. Dua telaga tersebut dinamai telaga Dewi telaga Kumbang. Dalam ekspedisi Padang TV minggu lalu, selain sajian flora di atas, satu lagi keunikan yang ditemui tim Padang TV adalah pemandangan tiang listrik dan kabel yang menjuntai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kurang, dari kaki sampai puncak ditemui sebanyak 28 tiang listrik untuk keperluan tower pemancar TV, provider dan pemantau Polda. Walaupun menguras banyak tenaga, dalam pendakian gunung ini kita tidak akan ingin untuk melewatkan setiap tanjakan yang terjal. Jerih satu persatu langkah diayunkan, akan terbayar dengan pemandangan dan telaga yang berada di puncak gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali istirahat, dalam dua jam perjalanan, tim ekspedisi Padang TV sampai pada mata air satu, tempat dimana para pendaki untuk beristirahat sejenak. Di sini, kita akan bertemu dengan beberapa orang pendaki dengan tujuan sama, rehat sejenak. Derasnya air yang mengalir di tengah heningnya pepohonan akan menjadi harmonisasi bagi para pendaki. â€œHal itulah yang kami dengarkan di sana setelah pekak dengan bunyi deru kendaraan atau musik yang tak jelas sambil menikmati secangkir kopi sembari menikmati keindahan hutan tropis,â€ jelas Dasrul dan Ajib anggota ekspedisi Cerita Sore Padang TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai lokasi, tim Padang TV menggunakan jalur darat. Kalau pendaki beranjak dari bandara Ketaping menuju Bukittinggi, perjalanan ditempuh selama lebih kurang 2 jam perjalanan dengan ongkos sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Jalur pendakian bisa dilalui dari tiga titik. Pertama dari Koto Baru, Pandaisikek, Balingka atau dari Toboh (Kanagarian Malalak). Tim ekspedisi sendiri mengambil rute pendakian dari Kotobaru. Perjalanan dimulai dari kota Padang kemudian turun di Kotobaru, perjalaan dilanjutkan ke Pandai Sikek menggunakan angkot dengan ongkos Rp3 ribu per orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang mengambil rute pendakian dari Balingka, perjalanan dimulai dari Padang turun di Padanglua (Bukittinggi) dan dari Padanglua menuju Batu Tagak dengan ongkos kira-kira Rp2.500-Rp. 4000 menggunakan angkutan pedesaan Batu Tagak-Panambatan. Kalau memilih naik dari Toboh, beranjak dari kota Padang, turun di Padanglua dan perjalanan dilanjutkan menuju Toboh dengan biaya kira-kira Rp3 ribu-Rp5 ribu. Sementara, untuk memasuki kawasan gunung Singgalang, tidak dipungut biaya apapun. Bayarannya, cukup jaga saja alam yang ada di sekitar gunung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi gunung Singgalang tidak begitu jauh dari kota Bukittinggi dan kota Padangpanjang. Mengingat gunung Singgalang dekat dengan dua kota wisata tersebut, bagi yang ingin berlama-lama di kawasan, dapat menginap di beberapa hotel yang ada di dua kota tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lapar, di sepanjang jalan menuju gunung Singgalang terdapat banyak restoran yang menyajikan aneka hidangan masakan khas Minangkabau. Tapi perlu diingat, gunung singgalang memiliki karakter cuaca yang sulit ditebak. Tebalnya kabut yang kadang menutup birunya langit akan dilanjutkan dengan hujan yang tentunya mengganggu perjalanan menuju puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, agar tidak mengalami apa yang ditempuh tim cerita sore, pendaki hendaknya memperhatikan kondisi cuaca sebelum menempuh perjalanan. Istilahnya, sedia payung sebelum hujan. Kalaupun nekad untuk menempuh hujan, siapkan dulu alat serta perlengkapan yang memungkinkan pendaki untuk menghadapi the semi-world of survival.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang puncak, kita tidak akan kesepian. Seperti yang diceritakan tim cerita sore, setapak demi setapak akan ditemani masyarakat sekitar gunung. Mulai dari pemburu burung sampai pencari kayu bakar. Di puncak, berharap saja cuaca akan cerah. Sebab, kedua telaga tadi akan lebih indah untuk dicumbui ketika cerahnya langit menyapa mata.&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/home.php?#/note.php?note_id=129781061875&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-9048746731273576036?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/9048746731273576036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/10/mendaki-penyangga-langit-minangkabau.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/9048746731273576036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/9048746731273576036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/10/mendaki-penyangga-langit-minangkabau.html' title='mendaki penyangga langit minangkabau'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-1540249616643416693</id><published>2009-10-15T16:43:00.001+07:00</published><updated>2009-10-15T16:44:02.675+07:00</updated><title type='text'>Dahsyatnya Shalawat</title><content type='html'>Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarga, sahabat-sahabat serta para pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri, 2. Seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, 3. Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan muadzin, 4. seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad Saw disebut, tetapi tidak membacakan shalawat atasnya.&lt;br /&gt;Sabda Nabi Muhammad Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أربع من الجَفَاءِ أن يبول الرجل وهو قائم، وأن يمسح جبهته قبل أن يفرغ من الصلاة، وأن يسمع النداء فلا يشهد مثل ما يشهد المؤذّن، وأن أذكر عنده فلا يصلي عليّ. (رواه البزار والطبراني)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Empat perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1) bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, (3). Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ibadah sehari-hari, sebenarnya ada sebuah perbuatan ringan yang apabila kita lakukan mendatangkan akibat yang maha dahsyat, dan apabila kita tinggalkan maka kita termasuk golongan orang yang tidak berbalas budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita telah diberi bantuan oleh orang lain, sudahlah pasti akan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atau mungkin mengucapkan doa untuk kebaikannya. Begitu pula dengan Rasulullah Saw yang telah mengeluarkan kita dari lembah kegelapan menuju alam terang benderang, maka sudahlah pantas bagi kita untuk selalu mengucapkan sholawat dan salam atas beliau, sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kecintaan kita atas segala jasa dan perjuangan yang tak tertandingi di alam jagad ini.&lt;br /&gt;Dalam ibadah-ibadah lain, Allah Swt memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk mengerjakannya, namun khusus dalam perintah membaca shalawat, Allah Swt menyebutkan bahwa Allah sendiri bershalawat atasnya, kemudian memerintahkan kepada malaikatNya, baru kemudian pada orang-orang yang beriman untuk bershalawat atasnya. Dengan hal ini semakin menunjukkan bahwasanya melakukan shalawat atas Nabi muhammad saw, tidak cuma sekedar ungkapan terima kasih, tetapi ia juga menjadi ibadah yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita ingin mengetahui bahwa shalawat termasuk ibadah yang utama, maka perhatikan dan renungkan firman Allah Swt dalam al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya, bershalawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut kita mengetahui, Allah Swt saja sang Pencipta jagad raya dan mahkluk seluruh dunia termasuk diri kita yang kecil ini, mau bershalawat terhadap Nabi Muhammad Saw, dan juga para malaikat yang telah dijamin tak akan berbuat kesalahan turut bershalawat terhadap nabi, mengapa diri kita yang telah diselamatkan beliau masih melupakan ibadah yang teramat mulia ini. Sesungguhnya perbuatan seseorang menunjukkan pada perangai dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سيرة المرء تنبأ عن سريرته&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ما منكم من أحدٍ سلّم علي إذا متُّ إلا جاءني جبريل فقال جبريل يا محمد هذا فلان ابن فلان يُقرئك السلام، فأقول وعليه السلام ورحمة الله وبركاته. (رواه أبو داود).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Tidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat jibril datang kepadaku seraya mengucapkan: ‘wahai Muhammad, ini Fulan bin Fulan mengucapkan salam untukmu, maka aku menjawab: “dan atasnya salam dan rahmat serta berkah dari Allah”. (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa fadhilah mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw?&lt;br /&gt;Ada beberapa riwayat dari hadist Rasulullah Saw, Atsar sahabat Radiallahu anhum dan pengalaman beberapa ulama yang mengisyaratkan imbalan bagi mereka yang mau bershalawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Shalawat membersihkan dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صلّو عليّ فإن الصلاة علي زكاةٌ لكم واسألوا الله لي الوسيلة، قالوا وما الوسيلة يا رسول الله؟ قال: أعلى درجةٍ في الجنة لا ينالها إلا رجلٌ واحدٌ وأنا ارجو أن يكون أنا هو. (رواه أحمد في مسنده)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bacalah shalawat atasku karena sesungguhnya shalawat atasku membersihkan dosa-dosamu, dan mintalah kepada Allah untukku wasilah”. Para sahabat bertanya: “apakah wasilah itu?” beliau menjawab: “derajat yang paling tinggi di sorga yang hanya seorang saja yang akan memperolehnya dan aku berharap semoga akulah orang yang memperolehnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Shalawat berpahala sepuluh rahmat Allah dan menghapus sepuluh kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من صلّى علي صلاةً واحدة صلى الله عليه عشر صلوات وحطّ عنه عشر خطيآت (رواه النسائي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Dikabulkan hajat di dunia dan akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من صلى علي في اليوم مائةَ مرّةٍ قضى الله له مائةَ حاجةٍ، سبعين منها في الآخرة وثلاثين في الدنيا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“barangsiapa yang membacakan shalawat untukku pada suatu hari seratus kali, maka Allah akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya nanti di akhirat dan 30 di dunia. (Kitab Jam’ul Jawami’, Hal: 796)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Terangkatnya derajat manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من صلى عليّ من أمتي مخلصاًَ من قَلبِه صلاةً واحدةً صلّى اللهُ عليه عشر صلواتٍ ورفع عشر درجاتٍ ومحا عنه عشر سيئاتٍ. (رواه النسائ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“barangsiapa di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu kali dengan ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah menurunkan sepuluh rahmat kepadanya, mengangkat sepuluh derajat kepadanya, dan menghapus sepuluh kesalahan”. (HR. Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Menjadikan doa cepat terkabul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya Umar bin Khattab Ra berkata: “Saya mendengar bahwa doa itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan shalawat atas nabi Muhammad Saw”. (Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)&lt;br /&gt;Ada sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats Tsauri sedang thawaf mengelilingi ka’bah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat kaki dan menurunkannya senantiasa membaca shalawat atas nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufyan bertanya: “Sesungguhnya engkau telah telah tinggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya melakukan shalawat atas Nabi. Apakah ada bagimu landasan yang khusus? Orang itu menjawab: “Siapakah engkau? Semoga Allah mengampunimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufyan menjawab: “Saya adalah sufyan ats tsauri”. Orang itu berkata: “seandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah ini dan menunjukkan rahasiaku ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: “sewaktu saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat kepalanya ayahku meninggal dan mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan “innalillah wa inna ilahi rajiun” dan saya menutup mukanya dengan kain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan, sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya pegang pakaiannya sambil bertanya: “wahai hamba Allah siapakah engkau? Bagaimana lantaran kamu Allah menjadikan muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih di tempat yang istimewa ini?. Orang itu menjawab: “apakah kamu tidak mengenal aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa al-Quran. Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia banyak membaca shalawat atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang demikian, ia meminta pertolongan kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya, karena aku suka memberi pertolongan kepada orang yang banyak memperbanyak shalawat atasku”. Setelah itu saya terbangun dari tidur, dan saya lihat muka ayahku berubah menjadi putih. (Dari Kitab: Tanbihun Ghofilin, as-Samarqhondi, hal: 261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dahsyatnya balasan shawalat terhadap Nabi Saw. sehingga bagi siapapun yang mengucapkannya akan melibatkan Allah, para malaikat dan Nabi Muhammad Saw langsung membalasnya, tidak cuma balasan pahala, imbalan atau keselamatan di akhirat, tetapi juga mendapat syafaat dari Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;Orang yang mendengar shalawat atas nabi, tetapi tidak menjawabnya lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari RahmatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jibril datang kepadaku dan berkata: “wahai Muhammad, barangsiapa yang mendapatkan bulan ramadhan namun ia tidak diampuni dosanya, lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah akan menjauhkan dari RahmatNya. Aku menjawab: “amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang masih bertemu dengan kedua orangtuanya atau salah satu diantaranya kemudian tidak berbuat baik pada orang tuanya, lalu mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku menjawab: “Amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang disebutkan namamu (muhammad) namun ia tidak membacakan shalawat lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku mengucapkan “Amin”. (HR. Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, disaat kita senggang, disaat akan menggubah posisi kegiatan kita, disaat kapanpun, dimanapun selagi kita mampu. Dan bila ada yang mengucapkan shalawat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم صلى على محمد وعلى آل محمد&lt;br /&gt;Maka kita menjawab:&lt;br /&gt;اللهم صلى وسلم وبارك على محمد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupakan shalawat, karena bila kita lupa berarti kita telah melupakan seseorang yang telah menunjukkan kita kejalan yang lurus yaitu Nabi Muhammad Saw. bila kita telah melupakan shalawat berarti kita telah melupakan dan keliru dari jalan yang seharusnya kita tempuh menuju sorga.&lt;br /&gt;“barangsiapa yang lupa membaca shawalat atasku, berarti ia telah keliru dari jalan ke sorga” (HR. Ibnu majah).&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/home.php?#/notes.php?id=100000159044428&amp;start=10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-1540249616643416693?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/1540249616643416693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/10/dahsyatnya-shalawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/1540249616643416693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/1540249616643416693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/10/dahsyatnya-shalawat.html' title='Dahsyatnya Shalawat'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-3788944117231499269</id><published>2009-10-15T16:41:00.000+07:00</published><updated>2009-10-15T16:42:54.605+07:00</updated><title type='text'>Filosofi sholat</title><content type='html'>Kitab Suci banyak memuat perintah agar kita menegakkan shalat (“iqamat al-shalah”, yakni menjalankannya dengan penuh kesungguhan), dan menggambarkan bahwa kebahagiaan kaum beriman adalah pertama-tama karena shalatnya yang dilakukan dengan penuh kekhusyukan. QS. Al-Mu’minun 23:1-2). Sebuah hadits Nabi SAW menegaskan, “Yang pertama kali akan diperhitungkan tentang seorang hamba pada hari Kiamat ialah shalat: jika baik, maka baik pulalah seluruh amalnya; dan jika rusak, maka rusak pulalah seluruh amalnya.” Dan sabda beliau lagi, “Pangkal segala perkara ialah al-Islam (sikap pasrah kepada Allah), tiang penyangganya shalat, dan puncak tertingginya ialah perjuangan di jalan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena demikian banyaknya penegasan-penegasan tentang pentingnya shalat , tentu sepatutnya kita memahami makna shalat itu sebaik mungkin. Bisa dikatakan shalat merupakan “kapsul” keseluruhan ajaran dan tujuan agama, yang di dalamnya termuat ekstrak atau sari pati semua bahan ajaran dan tujuan keagamaan. Dalam shalat itu kita mendapatkan keinsyafan akan tujuan akhir hidup kita, yaitu penghambaan diri (ibadah) kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dan melalui shalat itu kita memperoleh pendidikan untuk komitmen kepada nilai-nilai hidup yang luhur. Dalam perkataan lain, nampak pada kita bahwa shalat mempunyai dua makna sekaligus: Makna Intrinsik, sebagai tujuan pada dirinya sendiri dan Makna Instrumental, sebagai sarana pendidikan ke arah nilai-nilai luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Intrinsik Shalat (Arti Simbolik Takbirat al-Ihram)&lt;br /&gt;Kedua makna itu, baik yang intrinsik maupun yang instrumental, dilambangkan dalam keseluruhan shalat, baik dalam unsur bacaannya maupun tingkah lakunya. Secara Ilmu Fiqih, shalat dirumuskan sebagai “Ibadah kepada Allah dan pengagungan-Nya dengan bacaan-bacaan dan tindakan-tindakan tertentu yang dibuka dengan Takbir (“Allahu Akbar“) dan ditutup dengan Taslim (“al-salam-u ‘alaykam wa rahmatu-’l-Lah-i wa barakatah“), dengan runtutan dan tertib tertentu yang diterapkan oleh agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbir pembukaan shalat itu dinamakan “Takbir Ihram” (Takbiratal-ihram), yang mengandung arti “takbir yang mengharamkan”, yakni, mengharamkan segala tindakan dan tingkah laku yang tidak berkaitan dengan shalat sebagai momen menghadap Tuhan. Takbir pembukaan itu seakan suatu pernyataan formal seseorang untuk membuka hubungan pribadi dengan Tuhan (“habl-un min-Allah“), dan mengharamkan atau memutuskan diri dari semua bentuk hubungan dengan sesama manusia (”hablum minannas”). Maka, makna intrinsik shalat yang disimbolkan dalam takbir pembukaan itu, melambangkan hubungan dengan Allah dan menghambakan diri kepada-Nya. Jika disebutkan bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia oleh Allah agar mereka menghamba kepada-Nya, maka wujud simbolik terpenting penghambaan itu ialah shalat yang dibuka dengan takbir tersebut, sebagai ucapan pernyataan dimulainya sikap menghadap Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap menghadap Allah itu kemudian dikukuhkan dengan membaca doa pembukaan (doa al-Iftitah), yaitu bacaan yang artinya, “Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dia yang telah menciptakan seluruh langit dan bumi, secara hanif (kecenderungan suci kepada kebaikan dan kebenaran) lagi muslim (pasrah kepada Allah, Yang Maha Baik dan Benar itu), dan aku tidaklah termasuk mereka yang melakukan syirik.” Dilanjutkan dengan seruan, “Shalatku, darma baktiku, hidup dan matiku untuk Allah Penjaga seluruh alam raya; tiada sekutu bagi-Nya. Begitulah aku diperintahkan, dan aku termasuk mereka yang pasrah (muslim).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam shalat itu seseorang diharapkan hanya melakukan hubungan vertikal dengan Allah, dan tidak diperkenankan melakukan hubungan horizontal dengan sesama makhluk (kecuali dalam keadaan terpaksa). Inilah ide dasar dalam takbirat al-ihram. Dalam literatur Islam Kejawen, shalat atau sembahyang dipandang sebagai “mati sajeroning hurip” (kematian dalam hidup), karena memang kematian adalah panutan hubungan horizontal sesama manusia guna memasuki alam akhirat yang merupakan “hari pembalasan” tanpa hubungan horizotal seperti pembelaan, perantaraan, ataupun tolong-menolong ( QS. al-Baqarah 2:48, 123 dan 254 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dia yang sedang melakukan shalat hendaknya menyadari sedalam-dalamnya akan posisinya sebagai seorang makhluk yang sedang menghadap Qaliknya, dengan penuh keharuan, kesyahduan dan kekhusyukan. Sedapat mungkin ia menghayati kehadirannya di hadapan Sang Maha Pencipta itu sedemikian rupa, sehingga ia “seolah-olah melihat Qaliknya”; dan kalau pun ia tidak dapat melihat-Nya, ia harus menginsyafi sedalam-dalamnya bahwa “Qaliknya melihat dia”, sesuai dengan makna Ihsan. Karena merupakan peristiwa menghadap Tuhan, shalat juga sering dilukiskan sebagai mi’raj seorang mukmin, dalam analogi dengan mi’raj Nabi SAW yang menghadap Allah secara langsung di Sidrat al-Muntaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Ihsan, shalat mengajarkan salah satu makna yang sangat penting, yaitu penginsyafan diri akan adanya Tuhan Yang Maha Hadir (Omnipresent), sejalan dengan berbagai penegasan dalam Kitab Suci, misalnya: “Dia (Allah) itu beserta kamu di manapun kamu berada, dan Allah Maha teliti akan segala sesuatu yang kamu kerjakan.” ( QS. al-Hadid 57:4 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa shalat disyariatkan? Agar manusia senantiasa memelihara hubungan dengan Allah dalam wujud keinsyafan sedalam-dalamnya akan ke-Maha-Hadiran-Nya. Ditegaskan, misalnya, dalam perintah kepada Nabi Musa as saat ia berjumpa dengan Allah di Sinai: “Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku. Maka sembahlah olehmu akan Daku, dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku!” ( QS. Thaha 20:14 ). Ingat kepada Allah yang dapat diartikan kelanggengan hubungan yang dekat dengan Allah adalah juga berarti menginsyafkan diri sendiri akan makna terakhir hidup di dunia ini, yaitu bahwa “Sesungguhnya kita berasal dari Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya” ( QS. al-Baqarah/2:156 ). Dalam literatur Islam Kejawen, Tuhan Yang Maha Esa adalah “Sangkan-Paraning urip” (Asal dan Tujuan hidup), bahkan “Sangkan-Paraning dumadi” (Asal dan Tujuan semua makhluk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinsyafan terhadap Allah sebagai tujuan akhir hidup (kata lain dari mengimani kehidupan akhirat) akan mendorong seseorang untuk bertindak dan berpekerti sedemikian rupa sehingga kelak akan kembali kepada Allah dengan penuh perkenan dan diperkenankan (radliyah mardliyyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Suci banyak memuat perintah agar kita menegakkan shalat (“iqamat al-shalah”, yakni menjalankannya dengan penuh kesungguhan), dan menggambarkan bahwa kebahagiaan kaum beriman adalah pertama-tama karena shalatnya yang dilakukan dengan penuh kekhusyukan. QS. Al-Mu’minun 23:1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa shalat disyariatkan? Agar manusia senantiasa memelihara hubungan dengan Allah dalam wujud keinsyafan sedalam-dalamnya akan ke-Maha-Hadiran-Nya. Ditegaskan, misalnya, dalam perintah kepada Nabi Musa as saat ia berjumpa dengan Allah di Sinai: “Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku. Maka sembahlah olehmu akan Daku, dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku!” ( QS. Thaha 20:14 ). Ingat kepada Allah yang dapat diartikan kelanggengan hubungan yang dekat dengan Allah adalah juga berarti menginsyafkan diri sendiri akan makna terakhir hidup di dunia ini, yaitu bahwa “Sesungguhnya kita berasal dari Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya” ( QS. al-Baqarah/2:156 ). Dalam literatur Islam Kejawen, Tuhan Yang Maha Esa adalah “Sangkan-Paraning urip” (Asal dan Tujuan hidup), bahkan “Sangkan-Paraning dumadi” (Asal dan Tujuan semua makhluk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinsyafan terhadap Allah sebagai tujuan akhir hidup (kata lain dari mengimani kehidupan akhirat) akan mendorong seseorang untuk bertindak dan berpekerti sedemikian rupa sehingga kelak akan kembali kepada Allah dengan penuh perkenan dan diperkenankan (radliyah mardliyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah manusia menyadari, bahwa Allah tidak suka kepada sesuatu yang tidak benar dan tidak baik, maka tindakan dan pekerti yang harus ditempuh dalam rangka hidup menuju Allah haruslah perbuatan yang benar dan baik pula. Inilah jalan hidup yang lurus, yang asal-muasalnya ditunjukkan dan diterangi hati nurani (nurani, memiliki sifat cahaya, yakni terang dan menerangi), yang merupakan pusat rasa kesucian (fithrah) dan sumber dorongan suci manusia menuju kebenaran (hanif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi manusia adalah makhluk yang sekalipun pada dasarnya baik, namun juga lemah. Kelemahan ini membuatnya tidak selalu mampu menangkap kebaikan dan kebenaran dalam kehidupannya sehari-hari. Sering kebenaran itu tak nampak padanya karena terhalang oleh hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika dalam shalat dibacalah Surat Al-Fatihah. Kandungan makna surat itu yang terutama harus dihayati benar-benar ialah permohonan kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang lurus (al-shirath al-mustaqim). Permohonan itu setelah didahului dengan pernyataan, bahwa seluruh perbuatan dirinya akan dipertanggung jawabkan kepada Allah di hari akhir( “basmalah” ), diteruskan dengan pengakuan dan panjatan pujian kepada-Nya sebagai pemelihara seluruh alam raya (“hamdalah”), Yang Maha Pengasih (“al-Rahman”) dan Maha Penyayang (“al-Rahim”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dilanjutkan dengan pengakuan terhadap Allah sebagai Penguasa Hari Pembalasan, di mana setiap orang akan berdiri mutlak sebagai pribadi di hadapan-Nya selaku Maha Hakim, dikukuhkan dengan pernyataan bahwa kita tidak akan menghamba, kecuali kepada-Nya saja semurni-murninya, dan juga hanya kepada-Nya saja kita memohon pertolongan karena kita sadar bahwa kita sendiri tidak memiliki kemampuan intrinsik untuk menemukan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peneguhan hati, bahwa kita tidak menghambakan diri kecuali kepada-Nya serta dalam penegasan bahwa hanya kepada-Nya kita mohon pertolongan tersebut, seperti dikatakan oleh Ibnu ‘Athahilah al-Sakandari, kita berusaha mengungkapkan ketulusan kita dalam memohon bimbingan ke arah jalan yang benar. Yaitu ketulusan berbentuk pengakuan bahwa kita tidak dibenarkan mengarahkan hidup ini kepada sesuatu apapun selain Tuhan, dan ketulusan berbentuk pelepasan pretensi-pretensi akan kemampuan diri menemukan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, dalam memohon petunjuk ke jalan yang benar itu, dalam ketulusan, kita berharap kepada Allah bahwa Dia akan mengabulkan permohonan kita. Namun pada saat yang sama juga ada kecemasan, bahwa kebenaran tidak dapat kita tangkap dengan tepat karena kesucian fitrah kita terkalahkan oleh kelemahan kita yang tidak dapat melepaskan diri dari kungkungan kecenderungan diri sendiri.”Harap-harap cemas” itu merupakan indikasi kerendahan hati dan tawadlu’, dan sikap itu merupakan pintu bagi masuknya karunia rahmat llahi: “Berdoalah kamu kepada-Nya dengan kecemasan dan harapan! Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada mereka yang berbuat baik” ( QS. al-A’raf/7:65 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, di hadapan Allah “nothing is taken for granted,” termasuk perasaan kita tentang kebaikan dan kebenaran dalam hidup nyata sehari-hari. Artinya, apapun perasaan kita, mungkin malah keyakinan kita tentang kebaikan dan kebenaran yang kita miliki harus senantiasa terbuka untuk dipertanyakan kembali (re-interpretasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu konsekuensinya adalah “kecemasan” itu tadi. Jika tidak begitu, maka berarti hanya ada harapan saja. Sedangkan harapan yang tanpa kecemasan samasekali adalah sikap kepastian diri yang mengarah pada kesombongan. Seseorang disebut sesat pada saat ia yakin berada di jalan yang benar, padahal sesungguhnya ia menempuh jalan yang keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan orang yang demikian itu, lepas dari “iktikad baiknya”, tidak akan sampai kepada tujuan, meskipun, menurut Ibn Taymiyyah, masih sedikit lebih baik daripada orang yang sama sekali tidak peduli pada masalah moral dan etika; orang inilah yang mendapatkan murka dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka diajarkan kepada kita bahwa yang kita mohon kepada Allah ialah jalan hidup mereka terdahulu yang telah mendapat karunia kebahagiaan dari Dia, bukan jalan mereka yang terkena murka, dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Ini berarti ada suatu isyarat pada pengalaman berbagai umat masa lalu. Maka ia juga mengisyaratkan adanya kewajiban mempelajari dan belajar dari sejarah, guna menemukan jalan hidup yang benar. ( Lihat QS. Ali Imran/3:137).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam Kitab Suci bahwa shalat merupakan kewajiban “berwaktu” atas kaum beriman ( QS. al-Nisa’/4:103 ). Yaitu, diwajibkan pada waktu-waktu tertentu, dimulai dari dini hari (Subuh), diteruskan ke siang hari (Dhuhur), kemudian sore hari (Ashar), lalu sesaat setelah terbenam matahari (Maghrib) dan akhirnya di malam hari (’Isya). Hikmah di balik penentuan waktu itu ialah agar kita jangan sampai lengah untuk ingat Allah di waktu pagi, kemudian saat kita istirahat sejenak dari kerja (Dhuhur) dan, lebih-lebih lagi, saat kita “santai” sesudah bekerja (dari Ashar sampai ‘Isya). Sebab, justru saat santai itulah biasanya dorongan dalam diri kita untuk mencari kebenaran menjadi lemah, mungkin malah kita tergelincir pada gelimang kesenangan dan kealpaan. Karena itulah ada pesan Ilahi agar kita menegakkan semua shalat, terutama shalat tengah, yaitu Ashar ( QS. al-Baqarah/2:238 ) dan agar kita mengisi waktu luang untuk bekerja keras mendekati Tuhan ( QS. al-Insyirah/94:7-8 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-3788944117231499269?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/3788944117231499269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/10/filosofi-sholat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/3788944117231499269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/3788944117231499269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/10/filosofi-sholat.html' title='Filosofi sholat'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-5154082129431841139</id><published>2009-08-15T20:06:00.000+07:00</published><updated>2009-08-15T20:07:27.352+07:00</updated><title type='text'>tes</title><content type='html'>tes&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-5154082129431841139?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/5154082129431841139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/08/tes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/5154082129431841139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/5154082129431841139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/08/tes.html' title='tes'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-8394907333325457654</id><published>2009-04-27T00:58:00.000+07:00</published><updated>2009-04-27T01:03:39.549+07:00</updated><title type='text'>sisi lain Tanah Banten</title><content type='html'>Rasa syukur yang sangat dalam pada Allah swt serta shalawat beriring salam kepada Arwah junjungan Alam nabi besar Muhammad SAW, serta semua yang telah membantu dan berperan dalam kehidupan saya baik secara langsung maupun tidak langsung terutama selama saya berada di serang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya masa tinggal diriku di Banten tuk sementara waktu harus berakhir..&lt;br /&gt;Tapi pindah domisili bukan berarti pindah smuanya..&lt;br /&gt;Tak terasa sudah lebih 6 bulan saya di tanah banten ini, tanah yang sebelumnya saya anggap agak misterius karena banyak cerita yang menyebutkan daerah ini perlu hati2 tuk memasukinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Allah sangat luar biasa mengatur smua ini..&lt;br /&gt;Banten daerah yg selama ini hanya sebagai daerah yg hanya lewat bagiku akhirnya bisa ku dapatkan sisi lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pengalaman yang sangat berharga selama saya disini, pencarian modal…Modal yang akhirnya makin aku pahami bahwa ternyata aku sangat butuh modal ini..Dan inilah modal paling bagus dan tepat buat diriku dan saya yakin ini juga yg tepat buat smua orang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah Beberapa waktu lagi aku akan meninggalkan daerah ini menuju timur..Mencoba dan akan terus mencari hakikat perjalanan ini.. Saya adalah pekerja Allah yang ditempatkan di dunia, saya harus siap dimanapun akan ditempatkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan dan kesabaran akan sangat menentukan arah perjalanan ini nanti..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-8394907333325457654?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/8394907333325457654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/04/sisi-lain-tanah-banten.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/8394907333325457654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/8394907333325457654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/04/sisi-lain-tanah-banten.html' title='sisi lain Tanah Banten'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-6633435099634255313</id><published>2009-02-12T22:32:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T22:36:22.110+07:00</updated><title type='text'>masuk angin sumber penyakit</title><content type='html'>Syaikh Hakim Mu’inuddin Chisyti menyebutkan, salah satu contoh nasihat arif yang disampaikan Rasulullah SAW, adalah nasihat untuk mencicipi sedikit garam sebelum mulai makan. Padahal jika dicerna dengan kearifan ilmu kedokteran modern nasihat itu bertentangkan, disebabkan adanya efek yang berbahaya dari kelebihan mengkonsumsi garam. Benarkah?&lt;br /&gt;“Nasihat itu sebenarnya menunjukan kearifan pengetahuan tentang metabolisme tubuh,” ujar Syaikh Hakim Chisyti. Diterangkan garam sebenarnya tersusun dari dua bahan kimia; sodium dan khlorida. Nah, khlorida yang ada dalam garam merupakan satu-satunya sumber khlorida yang mudah diperoleh dan dapat digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan hydrochlorid acid (zat asam garam). Fungsinya sangat penting untuk melancarkan pencernaan dalam perut.&lt;br /&gt;Jadi, mencicipi sedikit garam sebelum makan memungkinkan terjadinya suatu kekurangan hydrochloric acid persis sebelum memasukan makanan baru. Perlu ditambahkan bahwa efek-efek yang berbahaya dari kelebihan garam terutama dihubungkan dengan tingkat kandungan sodium yang meningkat, bukan khlorida.&lt;br /&gt;Ditambahkan, bahwa orang yang sama sekali menghilangkan garam dari dietnya ditengarai gampang terkena penyakit yang disebabkan tidak memadainya kandungan hydrochlorid acid. Dua contoh ini membuktikan bahwa memang ada alasan medis yang masuk akal untuk mengikuti rekomendasi hadis-hadis tersebut.&lt;br /&gt;Syeikh Hakim menyebutkan beberapa hadis arif tentang kesehatan dan penyembuhan itu sampai sekarang dianut kaum sebagai pedoman mendapatkan hidup sehat, termasuk mendapatkan cara penyembuhan dengan mengkonsumsi makanan sesuai yang dianjurkan.&lt;br /&gt;Dalam contoh lain Nabi Muhammad bersabda, “Sumber dari setiap penyakit adalah masuk angin karena itu makanlah ketika kamu lapar dan berhentilah sebelum kenyang,”. Hadis lain yang berhubungan dengan kesehatan disebutkan, “Dalam pandangan Allah, makanan yang terbaik adalah makanan yang dimakan bersam-sama oleh banyak orang . Makan pagi sendirian adalah makan bersama setan, makan dengan satu orang lain adalah makanan dengan seorang tiran; makan dengan dua orang lain adalah makan bersama para nabi Allah,”.&lt;br /&gt;“Ada keberkahan di bagian tengah suatu hidangan. Maka mulailah makan dari bagian pinggir dan jangan dari tengah,”. Implikasi tentang makanan ini dimaksudkan bahwa seseorang semestinya tidak mementingkan diri sendiri dan memperkenalkan orang lain untuk memperoleh berkah secara bersama-sama. Tidak harus selelau memonopoli berkah yang seharusnya didapat orang lain.&lt;br /&gt;Sedangkan diantara jenis makanan yang diajurkan Rasulullah karena besar bermanfaatnya, disebutkan antara lain; Daging Ayam, dinilai ringan di perut dan gampang dicerna. Maka daging ayam dikatakan Rasulullah sebagai daging paling baik diantara unggas piaraan. Fungsi daging ini memperbaiki dan menyeimbangkan semua esensi.&lt;br /&gt;Juga merupakan makanan yang baik untuk otak, serta memperbaiki warna kulit. Namun, kelebihan konsumsi daging ayam dapat menyebabkan encok. Ayam yang terbaik untuk dikonsumsi, disebutkan, ayam betina yang belum pernah bertelur.&lt;br /&gt;Jintan Hitam; dalam hadis-hadis yang paling dihormati menyatakan Rasulullah mengatakan, ”Manfaatkanlah jintan hitam, karena ia merupakan obat bagi semua penyakit kecuali penyakit bengkak (kanker), dan itu adalah penyakit yang membawa maut”. Juga dilaporkan bahwa Allah memberitahu Nabi,” Ia telah diberi segalanya. “Kemudian Allah menjelaskan bahwa yang dimaksud “Ia” itu adalah jintan hitam.&lt;br /&gt;Jintan hitam mengurangi gas dalam perut dan menghentikan demam. Ia juga manjur untuk mengobati leukoderma (penyakit belang/vitiligo), dan membuka jaringan urat darah dalam tubuh dapat dikeringkan oleh jintan hitam, dan darah haid. Terutama berguna untuk orang yang sedang pilek. Minyak jintan hitam merupakan obat untuk masalah kebotakan dan kulit kepala, serta mencegah rambut kusam.&lt;br /&gt;Buah Jeruk, dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW , ”Jeruk itu bagaikan seorang beriman yang sejati; enak rasanya, harum baunya,”. Fungsi jeruk memperkuat jantung, menghalau kesedihan, menghilangkan bintik-bintik kulit, menghilangkan lapar, dan memperlambat aliran air empedu. Istri Rasulullah sendiri biasa mengobati orang-orang buta dengan jeruk yang dicampur madu. Jetuk untuk mencuci mulut paling baik dimakan 10 menit setelah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://misterionline.com/category/sufi/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-6633435099634255313?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/6633435099634255313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/02/masuk-angin-sumber-penyakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/6633435099634255313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/6633435099634255313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/02/masuk-angin-sumber-penyakit.html' title='masuk angin sumber penyakit'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-3840408839753325046</id><published>2009-02-12T14:57:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T14:58:15.527+07:00</updated><title type='text'>pencarian…</title><content type='html'>Sabar ikhlas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkadang aku terlalu sering menulis ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi aku yakin kata2 ini sangat dalam maknanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai sekarang akupun harus bisa dan akan terus menjalaninya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ikhlas..pasrah kepadaNya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata aku makin merasakan betapa ujian itu pasti akan terus datang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika niat baik aja ada ujiannya apalgi niat yg gak baik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi semakin hari dan seiring berjalannya waktu aku tambah menyadari bahwa grafik masalah dan ujian yg dfatang itu akan terus naik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo gk sabar dan ikhlas pasti akan terjebak didalamnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata2 sabar dan jangan emosi sangat lekat dalam perjalanan ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sabar dan berserah diri padaNya akan membuat kita jadi tambah tenang dan bisa menjalani serta menyelesaikan masalah lebih baik.. tapi ketika emosi sudah merasuki pasti syetan akan ikut nimbrung masalah kita akan berambah runyam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berat memang apalgi masalah itu berkaitan dengan keluarga, masa depan, dan orang lain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalah sosial, apalagi masalah dengan Yang Maha Kuasa….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berserah diri padaNya dan mayakinkan bahwa Dialah satu2nya tempat kita mengadu dan memohon pertolongan tak ada satu kekuatan pun yang bisa menandingiNya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klo kita emosi pasti kekuatan Syetan akan masuk dan dibantu oleh jin2 nya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tinggal kta memutuskan jalan apa yang akan kita tempuh dalam menyikapi masalah yang dihadapi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang, disaat aku sudah berjanji dan memutuskan untuk fokus membantu pengobatan abang tercinta dari ketergantungan barang haram (narkoba), disaat aku haris merelakan ijazah ku tidak terpakai untuk mencari pekerjaan, disaat aku harus meninggalkan kawan2 ku, disaat aku harus mengontrol abang dipanti rehabilitasi narkoba di daerah banten (http/.saptadaya.blogspot.com) dan sekalian belajar cara penanganan mereka terhadap pecandu/korban napza…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari awal membaca profile mereka aku lgsg tertarik  karena aku sudah mengenal metode pengobatan yang mereka lakukan.. psikoreligi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;metode yang sama yang pernah dilakukan rasullullah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disamping aku tidak terlalu yakin nd percaya sama pengobatan medis cz mereka sangat tergantung dengan obat, tanpa membangun psikis dan membentengi iman/hati pasien agar tidak balik lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disaat aku fokus ternyata tidak gampang melewati nya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aq ditentang dan malahan dibilang sesat oleh saudara sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(aku kaget…dan geleng kepala walau sedih juga) karena kekurang tahuan dia ttg metodepengobatan ini dan agam yg dia anut…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posisiku disini serba slah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata sebagian orang posisiku sekafrang sangat tidak enak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku belum bekerja, cuma ngurusin abang (yg padahal aq sdah bilang dulu pada ortu akan fokus dlm penyembuhan abg), ditambah aq tinggal dirumah ka2k bukan ortu.. sehingga ka2k sangat leluasa mengatur dan memarahi bahkan mengatakan saya “sesat”, tapi ketika diajak diskusi ttg bagian mana yang sesat tapi dia tidak bisa membantah apa yg saya jelaskan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia tidak membantah maupun mengiyakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi sikapnya yg lgsg berubah dan memvonis dan parahnya lagi menyebarkan ke kampung telah membuat konsentrasi aku terganggu, tapi setelah aku pahami ternyata berbuat baik itu memang ada cobaannya. bagiku sekarang datang malahn dari ka2k sendiri yang seharusnya mendukung penyembuhan adeknya. bukannya membantu malahan menjelek2an .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ketika diminta solusi dia tidak memberikan jawaban..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aneh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi aku bertambah pengalaman dgn adanya masalah ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klo tdk ada masalah ini aku gk akan bisa bertemu dgn org2 yg punya ilmu cukup untruk berdiskusi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makin jelas sekarang ketika cobaan itu datang dari Tuhan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak akan mendatangkan cobaan sebats kemampuan hambanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang aku dalam proses pencarian makna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“antara aku, diriku dan Tuhan”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-3840408839753325046?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/3840408839753325046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/02/pencarian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/3840408839753325046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/3840408839753325046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/02/pencarian.html' title='pencarian…'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-4644158914699059922</id><published>2009-02-12T14:56:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T14:57:21.458+07:00</updated><title type='text'>antara aku, diriku dan Tuhan..</title><content type='html'>antara aku, diriku dan Tuhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan yang selama ini aku cari maknanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu aku sering menulisnya baik dalam diary maupun di blogf ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seiring dengan perjalanan waktu dan pengalaman yang aku dapatkan aku semakin paham kemana arah perjalanan serta maksud kalimat itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalimat yang paling sering muncul saat aku berada di tempat yang hening dan jauh dari keramaian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan lebih seringnya ketika aku berada di gunung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah maknanya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga proses ini akan menjawabnya sebelum aku dipanggilNYA…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-4644158914699059922?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/4644158914699059922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/02/antara-aku-diriku-dan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/4644158914699059922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/4644158914699059922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/02/antara-aku-diriku-dan-tuhan.html' title='antara aku, diriku dan Tuhan..'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-5482798970104967536</id><published>2009-01-28T03:47:00.000+07:00</published><updated>2009-01-28T03:48:07.910+07:00</updated><title type='text'>Makna Syahadatain, Rukun, Syarat, Konsekuansi Dan Yang Membatalkannya</title><content type='html'>Kitab Tauhid 1&lt;br /&gt;oleh: Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Makna Syahadatain&lt;br /&gt;A. Makna Syahadat "La ilaaha illallah"&lt;br /&gt;Yaitu beri'tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhannahu wa Ta'ala , menta'ati hal terse-but dan mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La ilaaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah. Jadi makna kalimat ini secara ijmal (global) adalah, "Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khabar "َLa" harus ditaqdirkan "al haq" (yang hak), tidak boleh ditaqdirkan dengan "maujud" (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini Tentu ke-batilan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat "La ilaaha illallah" telah ditafsiri dengan beberapa penafsiran yang batil, antara lain:&lt;br /&gt;a. "Tidak ada sesembahan kecuali Allah"&lt;br /&gt;Ini adalah batil, karena maknanya: Sesungguhnya setiap yang disembah, baik yang hak maupun yang batil, itu adalah Allah.&lt;br /&gt;b. "Tidak ada pencipta selain Allah"&lt;br /&gt;Ini adalah sebagian dari arti kalimat tersebut. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud, karena arti ini hanya mengakui tauhid rububiyah saja, dan itu belum cukup.&lt;br /&gt;c. "Tidak ada hakim (penentu hukum) selain Allah"&lt;br /&gt;Ini juga sebagian dari makna tapi bukan itu yang dimaksud, karena makna tersebut belum cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tafsiran di atas adalah batil atau kurang. Kami peringatkan di sini karena tafsir-tafsir itu ada dalam kitab-kitab yang banyak beredar. Sedangkan tafsir yang benar menurut salaf dan para muhaqqiq (ulama peneliti) adl "tidak ada sesembahan yang hak selain Allah" seperti tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Makna Syahadat "Anna Muhammadarrasulullah"&lt;br /&gt;Yaitu mengakui secara lahir batin bahwa beliau adalah hamba Allah dan RasulNya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan konsekuensinya: menta'ati perintahnya, membenarkan ucapannya, menjauhi larangannya, dan tidak menyembah Allah kecuali dengan apa yang disyari’atkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Rukun Syahadatain&lt;br /&gt;A. Rukun "Laa ilaaha illallah" ada dua:&lt;br /&gt;An-Nafyu (peniadaan): membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan mewajibkan kekafiran terhadap segala apa yang disembah selain Allah.&lt;br /&gt;Al-Itsbat (penetapan): menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dua rukun ini banyak disebut dalam ayat Al-Qur'an, seperti firman Allah Subhannahu wa Ta'ala: "Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beri-man kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepa-da buhul tali yang amat kuat ..." (Al-Baqarah: 256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah, "siapa yang ingkar kepada thaghut" itu adalah makna dari rukun yang pertama. Sedangkan firman Allah, "dan beriman kepada Allah" adalah makna dari rukun kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula firman Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam : "Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kamu sem-bah, tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku ...". (Az-Zukhruf: 26-27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala, "Sesungguhnya aku berlepas diri" ini adalah makna nafyu (peniadaan) dalam rukun pertama. Sedangkan perkataan, "Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku", adalah makna itsbat (penetapan) pada rukun kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rukun Syahadat Muhammadarrasulullah&lt;br /&gt;Syahadat ini juga mempunyai dua rukun, yaitu kalimat hamba dan utusanNya. Dua rukun ini menafikan ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (meremehkan) pada hak Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah hamba dan rasulNya. Beliau adalah makhluk yang pa-ling sempurna dalam dua sifat yang mulia ini. "Al-'abdu" di sini artinya hamba yang menyembah. Maksudnya, beliau adalah manusia yang diciptakan dari bahan yang sama dengan bahan ciptaan manusia lainnya. Juga berlaku atasnya apa yang berlaku atas orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta'ala: "Katakanlah: 'Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, ...'." (Al-Kahfi: 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau hanya memberikan hak ubudiyah kepada Allah dengan se-benar-benarnya, dan karenanya Allah Subhannahu wa Ta'ala memujinya: "Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hambaNya." (Az-Zumar: 36)&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur'an) ..." (Al-Kahfi: 1)&lt;br /&gt;"Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ..." (Al-Isra': 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan rasul artinya, orang yang diutus kepada seluruh manusia dengan misi dakwah kepada Allah sebagai basyir (pemberi kabar gembira) dan nadzir (pemberi peringatan). Persaksian untuk Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dengan dua sifat ini meniadakan ifrath dan tafrith pada hak Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyak orang yang mengaku umatnya lalu melebihkan haknya atau mengkultuskannya hingga mengangkatnya di atas martabat sebagai hamba hingga kepada martabat ibadah (penyembahan) untuknya selain dari Allah Subhannahu wa Ta'ala. Mereka ber-istighatsah (minta pertolongan) kepada beliau, dari selain Allah. Juga meminta kepada beliau apa yang tidak sanggup melakukannya selain Allah, seperti memenuhi hajat dan menghilangkan kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di pihak lain sebagian orang mengingkari kerasulannya atau mengurangi haknya, sehingga ia bergantung kepada pendapat-pendapat yang menyalahi ajarannya, serta memaksakan diri dalam me-na'wil-kan hadits-hadits dan hukum-hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Syarat-Syarat Syahadatain&lt;br /&gt;A. Syarat-syarat "La ilaa ha illallah"&lt;br /&gt;Bersaksi dengan laa ilaaha illallah harus dengan tujuh syarat. Tanpa syarat-syarat itu syahadat tidak akan bermanfaat bagi yang mengucapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara global tujuh syarat itu adalah:&lt;br /&gt;1. 'Ilmu, yang menafikan jahl (kebodohan).&lt;br /&gt;2. Yaqin (yakin), yang menafikan syak (keraguan).&lt;br /&gt;3. Qabul (menerima), yang menafikan radd (penolakan).&lt;br /&gt;4. Inqiyad (patuh), yang menafikan tark (meninggalkan).&lt;br /&gt;5. Ikhlash, yang menafikan syirik.&lt;br /&gt;6. Shidq (jujur), yang menafikan kadzib (dusta).&lt;br /&gt;7. Mahabbah (kecintaan), yang menafikan baghdha' (kebencian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Syarat Pertama: 'Ilmu (Mengetahui). Artinya memahami makna dan maksudnya. Mengetahui apa yang ditiadakan dan apa yang ditetapkan, yang menafikan ketidaktahuannya dengan hal tersebut. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "... akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa`at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini (nya). (Az-Zukhruf: 86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya orang yang bersaksi dengan laa ilaaha illallah, dan memahami dengan hatinya apa yang diikrarkan oleh lisannya. Sean-dainya ia mengucapkannya, tetapi tidak mengerti apa maknanya, maka persaksian itu tidak sah dan tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat kedua: Yaqin (yakin). Orang yang mengikrarkannya harus meyakini kandungan syahadat itu. Manakala ia meragukannya maka sia-sia belaka persaksian itu. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya kemudian mere-ka tidak ragu-ragu ..." (Al-Hujurat: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ia ragu maka ia menjadi munafik. Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: "Siapa yang engkau temui di balik tembok (kebon) ini, yang menyaksikan bahwa tiada ilah selain Allah dengan hati yang meyakininya, maka berilah kabar gembira dengan (balasan) Surga." (HR. Al-Bukhari) Maka siapa yang hatinya tidak meyakininya, ia tidak berhak masuk Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Ketiga: Qabul (menerima). Menerima kandungan dan konsekuensi dari syahadat; menyem-bah Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selainNya. Siapa yang mengucapkan, tetapi tidak menerima dan menta'ati, maka ia termasuk orang-orang yang difirmankan Allah: "Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: 'Laa ilaaha illallah' (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" (Ash-Shafat: 35-36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini seperti halnya penyembah kuburan dewasa ini. Mereka mengikrarkan laa ilaaha illallah, tetapi tidak mau meninggalkan penyembahan terhadap kuburan. Dengan demikian berarti mereka belum menerima makna laa ilaaha illallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat keempat: Inqiyaad (Tunduk dan Patuh dengan kandungan Makna Syahadat). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh." (Luqman: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-'Urwatul-wutsqa adalah laa ilaaha illallah. Dan makna yuslim wajhahu adalah yanqadu (patuh, pasrah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Kelima: Shidq (jujur). Yaitu mengucapkan kalimat ini dan hatinya juga membenarkan-nya. Manakala lisannya mengucapkan, tetapi hatinya mendustakan, maka ia adalah munafik dan pendusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Di antara manusia ada yang mengatakan: 'Kami beriman kepa-da Allah dan Hari kemudian', padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." (Al-Baqarah: 8-10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat keenam: Ikhlas. Yaitu membersihkan amal dari segala debu-debu syirik, dengan jalan tidak mengucapkannya karena mengingkari isi dunia, riya' atau sum'ah. Dalam hadits 'Itban, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas Neraka orang yang mengucapkan laa ilaaha illalah karena menginginkan ridha Allah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat ketujuh: Mahabbah (kecintaan). Maksudnya mencintai kalimat ini serta isinya, juga mencintai orang-orang yang mengamalkan konsekuensinya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaima-na mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah." (Al-Baqarah: 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ahli tauhid mencintai Allah dengan cinta yang tulus bersih. Sedangkan ahli syirik mencintai Allah dan mencintai yang lainnya. Hal ini sangat bertentangan dengan isi kandungan laa ilaaha illallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Syarat Syahadat "Muhammadanrasulullah"&lt;br /&gt;Mengakui kerasulannya dan meyakininya di dalam hati. Mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisan. Mengikutinya dengan mengamalkan ajaran kebenaran yang telah dibawanya serta meninggalkan kebatilan yang telah dicegahnya. Membenarkan segala apa yang dikabarkan dari hal-hal yang ghaib, baik yang sudah lewat maupun yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintainya melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, harta, anak, orangtua serta seluruh umat manusia. Mendahulukan sabdanya atas segala pendapat dan ucapan orang lain serta mengamalkan sunnahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Konskuensi Syahadatain&lt;br /&gt;A. Konsekuensi "La ilaa ha illallah"&lt;br /&gt;Yaitu meninggalkan ibadah kepada selain Allah dari segala ma-cam yang dipertuhankan sebagai keharusan dari peniadaan laa ilaaha illallah. Dan beribadah kepada Allah semata tanpa syirik sedikit pun, sebagai keharusan dari penetapan illallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengikrarkan tetapi melanggar konsekuensinya. Sehingga mereka menetapkan ketuhanan yang sudah dinafikan, baik berupa para makhluk, kuburan, pepohonan, bebatuan serta para thaghut lainnya. Mereka berkeyakinan bahwa tauhid adalah bid'ah. Mereka me-nolak para da'i yang mengajak kepada tauhid dan mencela orang yang beribadah hanya kepada Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Konsekuensi SyahadaT "Muhammadanrasulllah"&lt;br /&gt;Yaitu mentaatinya, membenarkannya, meninggalkan apa yang di-larangnya, mencukupkan diri dengan mengamalkan sunnahnya, dan meninggalkan yang lain dari hal-hal bid'ah dan muhdatsat (baru), serta mendahulukan sabdanya di atas segala pendapat orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Yang Membatalkan Syahadatain&lt;br /&gt;Yaitu hal-hal yang membatalkan Islam, karena dua kalimat sya-hadat itulah yang membuat seseorang masuk dalam Islam. Mengucapkan keduanya adalah pengakuan terhadap kandungannya dan konsisten mengamalkan konsekuensinya berupa segala macam syi'ar-syi'ar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia menyalahi ketentuan ini, berarti ia telah membatalkan perjanjian yang telah diikrarkannya ketika mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut. Yang membatalkan Islam itu banyak sekali. Para fuqaha' dalam kitab-kitab fiqih telah menulis bab khusus yang diberi judul "Bab Riddah (kemurtadan)". Dan yang terpenting adalah sepuluh hal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syirik dalam beribadah kepada Allah. Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya." (An-Nisa': 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu de-ngan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun." (Al-Ma'idah: 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk di dalamnya yaitu menyembelih karena selain Allah, misalnya untuk kuburan yang dikeramatkan atau untuk jin dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang menjadikan antara dia dan Allah perantara-perantara. Ia berdo'a kepada mereka, meminta syafa'at kepada mereka dan bertawakkal kepada mereka. Orang seperti ini kafir secara ijma'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang tidak mau mengkafirkan orang-orang musyrik dan orang yang masih ragu terhadap kekufuran mereka atau mem-benarkan madzhab mereka, dia itu kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang yang meyakini bahwa selain petunjuk Nabi lebih sempurna dari petunjuk beliau, atau hukum yang lain lebih baik dari hukum beliau. Seperti orang-orang yang mengutamakan hukum para thaghut di atas hukum Rasulullah, mengutamakan hukum atau perundang-undangan manusia di atas hukum Islam, maka dia kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Siapa yang membenci sesuatu dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam sekali pun ia juga mengamalkannya, maka ia kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Siapa yang menghina sesuatu dari agama Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam atau pahala maupun siksanya, maka ia kafir. Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Katakanlah: 'Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?' Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman." (At-Taubah: 65-66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sihir, di antaranya sharf dan 'athf (barangkali yang dimaksud adalah amalan yang bisa membuat suami benci kepada istrinya atau membuat wanita cinta kepadanya/pelet). Barangsiapa melakukan atau meridhainya, maka ia kafir. Dalilnya adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala "... sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada se-orangpun sebelum mengatakan: 'Sesungguhnya kami hanya co-baan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir'." (Al-Baqarah: 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mendukung kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi umat Islam. Dalilnya adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (Al-Ma'idah: 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Siapa yang meyakini bahwa sebagian manusia ada yang boleh keluar dari syari'at Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam , seperti halnya Nabi Hidhir boleh keluar dari syariat Nabi Musa Alaihissalam , maka ia kafir. Sebagaimana yang diyakini oleh ghulat sufiyah (sufi yang berlebihan/ melampaui batas) bahwa mereka dapat mencapai suatu derajat atau tingkatan yang tidak membutuhkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berpaling dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya. Dalilnya adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." (As-Sajadah: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad At-Tamimy berkata: "Tidak ada bedanya dalam hal yang membatalkan syahadat ini antara orang yang ber-canda, yang serius (bersungguh-sungguh) maupun yang takut, kecuali orang yang dipaksa. Dan semuanya adalah bahaya yang paling besar serta yang paling sering terjadi. Maka setiap muslim wajib berhati-hati dan mengkhawatirkan dirinya serta mohon perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dari hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah dan siksaNya yang pedih."[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Majmu'ah At-Tauhid An-Najdiyah, hal. 37-39.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-5482798970104967536?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/5482798970104967536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/01/makna-syahadatain-rukun-syarat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/5482798970104967536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/5482798970104967536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/01/makna-syahadatain-rukun-syarat.html' title='Makna Syahadatain, Rukun, Syarat, Konsekuansi Dan Yang Membatalkannya'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-6817450972538620287</id><published>2009-01-28T02:36:00.000+07:00</published><updated>2009-01-28T02:37:17.618+07:00</updated><title type='text'>Pudarnya Pesona Cleopatra</title><content type='html'>Potongan dari Novel: Habiburrahman El Shirazy, Pudarnya Pesona Cleopatra (Novel Psikologi Islam Pembangun Jiwa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal. “Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu,” kata ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu,” ucap beliau dengan nada mengiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi di hatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun. Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, “Cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli !” kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas Arab, dan bibir yang merah. Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku. Hari pernikahan datang. Duduk di pelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan empat group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai. Rabbighfir li wa liwalidayya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya. Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang. Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang kerja. Aku merasa hidupku ada lah sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia, keberadaanku sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama, karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab, “tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekagetan yang kutangkap di wajah Raihana ketika kupanggil ‘mbak’, “Kenapa Mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa Mas sudah tidak mencintaiku,” tanyanya dengan guratan wajah yang sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wallahu a’lam,” jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, “Kalau Mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri, kenapa Mas ucapkan akad nikah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau dalam tingkahku melayani Mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa Mas tidak bilang dan menegurnya, kenapa Mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk membahagiakan Mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku di dunia ini,” Raihana mengiba penuh pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menangis menitikkan air mata, bukan karena Raihana tetapi karena kepatunganku. Hari terus berjalan, tetapi komunikasi kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku, menyiapkan segalanya untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai di rumah habis maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana tadi pagi. Memang aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. Raihana memandangiku dengan khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas tidak apa-apa,” tanyanya dengan perasaan kuatir. “Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih,” lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. ”Mas airnya sudah siap,” kata Raihana. Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri di depan pintu membawa handuk. ”Mas aku buatkan wedang jahe.” Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana mengejarku dan memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang dilakukan ibu. “Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai apa, pakai balsam, minyak putih, atau jamu?” tanya Raihana sambil menuntunku ke kamar. ”Mas jangan diam saja dong, aku kan tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membantu Mas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasanya dikerokin,” jawabku lirih. “Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar Hana kerokin,” sahut Raihana sambil tangannya melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana dengan sabar mengeroki punggungku dengan sentuhan tangannya yang halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai dikerokin, Raihana membawakanku semangkok bubur kacang hijau. Setelah itu aku merebahkan diri di tempat tidur. Kulihat Raihana duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur sambil menghafal Al Quran dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin menangis, Raihana manis tapi tak semanis gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku untuk makan malam di istananya. “Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan aku perkenalkan denganmu,” kata Ratu Cleopatra. “Dia memintaku untuk mencarikannya seorang pangeran, aku melihatmu cocok dan berniat memperkenalkannya denganmu.” Aku mempersiapkan segalanya. Tepat pukul 07.00 aku datang ke istana, kulihat Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan aku duduk di kursi yang berhias berlian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melangkah maju, belum sempat duduk, tiba-tiba “Mas, bangun, sudah jam setengah empat, mas belum sholat Isya,” kata Raihana membangunkanku. Aku terbangun dengan perasaan kecewa. “Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang suka, tetapi Mas belum sholat Isya,” lirih Hana sambil melepas mukenanya, mungkin dia baru selesai sholat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi semakin tidak suka sama dia, dialah pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia berbuat baik membangunkanku untuk sholat Isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas, nanti sore ada acara aqiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang,” suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. “Maaf..maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana,” lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. “Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din..Dinda Hana!,” panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Mas!” sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil ‘dinda’. Matanya sedikit berbinar. “Te..terima kasih Di..dinda, kita berangkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah,” ucapku sambil menatap wajah Hana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan senyum yang kupaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar di bibirnya. “Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?” Hana begitu bahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-maki diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini. Tapi, setetes embun cinta yang kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. Kecantikan aura titisan Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pengajian dan aqiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan kami. Benar dugaan Raihana, kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. “Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga!” sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan bundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik di kampusnya dan hafal al-Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki Raihana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan sanak saudara pada kami benar-benar hangat. Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan sikapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir tentang keturunan. “Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin sekali menimang cucu,” kata ibuku. “Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang cucu, doakanlah kami. Bukankah begitu, Mas?” sahut Raihana sambil menyikut lenganku, aku tergagap dan mengangguk sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa. Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak kuperhatikan lagi. Setiap saat nuraniku bertanya, “Mana tanggung jawabmu!” Aku hanya diam dan mendesah sedih. “Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta,” gumamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal di kontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, “Mas, untuk menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh di bawah bantal, nomor pin-nya sama dengan tanggal pernikahan kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan segalanya. Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku merasa tubuhku benar-benar lemas. Aku muntah-muntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas di hati andaikan ada Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku benar-benar tersiksa dan menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah segar. Tapi ada penyesalan dalam hati, aku belum sholat Isya dan terlambat sholat subuh. Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku ngak meninggalkan sholat Isya, dan tidak terlambat sholat subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa Arab. Diantaranya tutornya adalah professor bahasa Arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa Arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani. ”Apakah kamu sudah menikah?” kata Pak Qalyubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, sudah,” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan orang mana?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang Jawa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau sangat beruntung, tidak sepertiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa dengan Bapak?” “Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana itu bisa terjadi?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dan karena terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti ini. Ceritanya begini, saya seorang anak tunggal dari seorang yang kaya, saya berangkat ke Mesir dengan biaya orang tua. Di sana saya bersama kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun pertama saya lulus dengan predikat jayyid, predikat yang cukup sulit bagi pelajar dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan tahun kedua. Karena prestasi saya, tuan rumah tempat saya tinggal menyukai saya. Saya dikenalkan dengan anak gadisnya yang bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab. Pada pandangan pertama saya jatuh cinta, saya belum pernah melihat gadis secantik itu. Saya bersumpah tidak akan menikah dengan siapapun kecuali dia. Ternyata perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil. Fadhil membuat garis tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau sekalian lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi masukan begini, sama-sama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi Al-Azhar yang hafal al-Quran, salehah, dan berjilbab. Itu lebih selamat dari pada dengan Yasmin yang awam pengetahuan agamanya. Tetapi saya tetap teguh untuk menikahinya. Dengan biaya yang tinggi saya berhasil menikahi Yasmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir. Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel berbintang. Begitu selesai S-1 saya kembali ke Medan, saya minta agar asset yang di Mesir dijual untuk modal di Indonesia. Kami langsung membeli rumah yang cukup mewah di kota Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun pertama hidup kami berjalan baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok orang tuanya. Aku masih bisa memenuhi semua yang diinginkan Yasmin. Hidup terus berjalan, biaya hidup semakin nambah, anak kami yang ketiga lahir, tetapi pemasukan tidak bertambah. Saya minta Yasmin untuk berhemat. Tidak setiap tahun tetapi tiga tahun sekali, Yasmin tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mati-matian berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak terpenuhi. Sawah terakhir milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya mulai muncul penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan bisa berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat. Saya tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jika saya pengin rending, saya harus ke warung. Yasmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya memanggil suaminya dengan namanya. Jika ada sedikit letupan, maka rumah seperti neraka. Puncak penderitaan saya dimulai setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta Yasmin untuk menjual perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah membandingkan dirinya yang hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya mendapat suami orang Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyesal meletakkan kecantikan diatas segalanya. Saya telah diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan saya yang terjepit, ayah dan ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah, yang akhirnya mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin saya menangis. Mereka berharap modal itu cukup untuk merintis bisnis saya yang bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit, Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak tragedi yang menyakitkan. “Aku menyesal menikah dengan orang Indonesia, aku minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa bahagia kecuali dengan lelaki Mesir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Yasmin yang bagaikan geledek menyambar. Lalu tanpa dosa dia bercerita bahwa tadi di KBRI dia bertemu dengan temannya. Teman lamanya itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya sudah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasmin diajak makan siang, dan dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia karena tak bisa menahan diri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. Yang menyakitkan adalah tak satupun keluarganya yang membelaku. Rupanya selama ini Yasmin sering mengirim surat yang berisi berita bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu saya mengalami depresi. Dua bulan yang lalu saya mendapat surat cerai dari Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin dengan temannya. Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau meminta ibunya pulang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita Pak Qalyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bulan aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala di dindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke toko baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan di bawah bantal. Di bawah kasur itu kutemukan kertas merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku serong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan Rabbi, ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh di hadapan-Mu. Lakal hamdu ya Rabb. Telah Kau muliakan hamba dengan al-Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok ke dalam jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan kesabaran dalam diri hamba,” tulis Raihana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa, “Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintu-Mu, melabuhkan derita jiwa ini ke hadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya. Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tangannya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angin sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat di mata. Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku dengan Raihana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku. Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu- sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mana Raihana Bu?”. Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Raihana…, istrimu….istrimu dan anakmu yang di kandungnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa dengan dia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia telah tiada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu berkata apa!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat. Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu. Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhionya”. Hatiku bergetar hebat. “Kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika Raihana di bawa ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar kami tidak mengganggu ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal kami sangat sedih, jadi maafkanlah kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira. Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru di kuburan pinggir desa. Di atas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa. Aku ingin Raihana hidup kembali. Dunia tiba-tiba gelap semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-6817450972538620287?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/6817450972538620287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/01/pudarnya-pesona-cleopatra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/6817450972538620287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/6817450972538620287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/01/pudarnya-pesona-cleopatra.html' title='Pudarnya Pesona Cleopatra'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-8587104717324807453</id><published>2009-01-09T09:13:00.000+07:00</published><updated>2009-01-09T09:14:20.304+07:00</updated><title type='text'>193 Warga Myanmar dan Bangladesh Terdampar di Sabang</title><content type='html'>SABANG. Sebuah kapal layar yang mengangkut sebanyak 193 warga negara Myanmar dan Bangladesh ditemukan nelayan terdampar di perairan antara Pulau Seulako dan Pulau Rondo atau sekitar 2 Mil Laut dari Dermaga Lanal Sabang. Keberadaan mereka ditemukan para nelayan, Rabu (7/1/2009) sekira pukul 08.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses evakuasi kapal beserta penumpang dimulai sekira pukul 10.14, dibantu dua boat pancing milik nelayan setempat. 15 menit berselang, Kapal TNI AL (KAL) Simeulue ikut membantu upaya penarikan kapal tersebut. Namun, karena kuatnya arus dan ombak upaya itu dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat banyak penumpang, KAL Simeulu yang semula direncanakan untuk mengevakuasi penumpang juga diurungkan, lantaran para penumpang berebutan naik ke KAL.  Akhirnya, hanya tiga penumpang yang kritis akibat dehidrasi dan kelelahan saja yang dievakuasi lebih dulu ke Dermaga Lanal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga pengungsi yang sempat dievakuasi lebih dulu dengan KAL Simeulu teridentifikasi bernama Muhammad Nasir (27), Amir Husin (20), dan Muhammad Rafiq (20). Saat dimintai keterangan, Nasir yang mengenakan kemeja yang sudah lusuh dan berkain sarung putih ini tampak menitikkan air mata. Sekilas ia menyebutkan kapal yang mereka tumpangi sempat dihempas angin dalam pelayaran dari Thailand menuju Malaysia. “Kami tidak tahu, tidak bisa lagi ke Malaysia,” katanya dalam bahasa Inggris terpatah-patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan wartawan Serambi Indonesia, sekira pukul 11.00 wib, Kapal Layar sepanjang 15 Meter itu berhasil ditarik dua boat nelayan. Uniknya, kapal tersebut hanya dilengkapi dua terpal hitam sebagai layar yang diikat pada dua tiang kayu tanpa mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi kapal hampir mirip dengan kapal-kapal nelayan di Aceh. Hanya saja bagian depannya agak sedikit rendah. Bermodal dua layar itulah mereka mengembara dari Myanmar hingga terdampar di Pulau Weh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil merapat di Dermaga Lanal, sebanyak 193 penumpang tampak berjejal di pinggir dermaga, mereka yang dilanda dehidrasi dan kelaparan itu tampak berebutan naik dermaga. Namun para petugas meminta mereka tertib dan naik satu per satu melalui tangga. Sesampai di atas dermaga, sebagian yang lemah langsung jatuh terkulai. Sebagian lainnya tampak duduk saling berangkulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah mereka tampak gelap dan pucat. Aura ketakutan, trauma, stres dan kepedihan tergambar jelas di raut wajah mereka. Beberapa di antaranya sempat histeris dan meneriakkan  Allahu Akbar!, Alhamdulillah, sebagai rasa syukur setelah selamat dari pelayaran laut yang tak bertepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian relawan RAPI, PMI Sabang dan aparat TNI/Polri dan dari Pemko Sabang memberikan bantuan logistik berupa penganan ringan dan air minum kemasan. Ramainya kerumunan warga yang ikut menyaksikan membuat upaya pemberian bantuan sempat terhambat. Hanya selang beberapa menit, sejumlah pengungsi yang kritis terpaksa dilarikan ke RSU Sabang dan RSAL J Lilipory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Sempat Simpang Siur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data jumlah para pengungsi Myanmar dan Bangladesh awalnya sempat simpang siur. Sekira pukul 10.00 sempat mencuat kabar di antara penumpang terdapat ibu-ibu dan anak perempuan dengan jumlah penumpang bervariasi. Ada sumber yang menyebutkan penumpang mencapai 300, sebagian lainnya menyebutkan 158, dan 200.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan Pangkalan TNI AL Sabang Kolonel Yanuar Handwiono kepada wartawan mengatakan jumlah pengungsi 193 orang. Hingga siang tadi, 37 di antaranya dirawat di RSAL J Lilipory, 45 di RSU Sabang dan 113 beristirahat di lapangan Dermaga Lanal Sabang. Sedangkan tujuh lainnya meninggal di tengah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanuar juga menyebutkan keberadaan kapal itu sudah sempat terdeteksi radar TNI AL pada Rabu dini hari. Namun kepastian keberadaan kapal itu baru diperoleh dari warga pada pagi harinya.  Untuk menangani pengungsi tersebut, kata Danalal pihaknya terus berkoordinasi dengan PMI, RAPI, Kodim, Polres serta Pemko Sabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Wakil Walikota Sabang, Islamuddin ST mengatakan Pemko akan memberikan logistik sekadarnya. Karena persoalan pengungsi antarnegara itu akan ditangani oleh Departemen Luar Negeri melalui Ditjen Imigrasi. “Saya dapat informasi dari Kepala Imigrasi, IOM akan membantu mereka,”kata Islamuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terancam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah sumber menyebutkan motivasi pengungsian warga Myanmar dan Bangladesh tersebut disebabkan kondisi mereka yang terancam di negaranya. Kemudian mereka memilih untuk pergi dari negaranya dengan tujuan ke beberapa negara Asia terdekat, seperti Thailand dan Malaysia. Namun, karena kesulitan komunikasi masih belum bisa dipastikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Putra Kurnia dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang  Sabang ketika dikonfirmasi menyatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan mengenai hal itu. Karena belum ada komunikasi intens dengan WN Myanmar dan Bangladesh itu. Pasalnya, hingga pukul 16.00 sekitar 113 pengungsi di Dermaga Lanal sedang menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Karantian Sabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami juga sedang mempersiapkan tiga tenda di Dermaga Lanal untuk menampung mereka. Sore ini juga PMI Sabang akan membagikan pakaian kering kepada mereka, biar kondisinya lebih segar,”kata Riza.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-8587104717324807453?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/8587104717324807453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/01/193-warga-myanmar-dan-bangladesh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/8587104717324807453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/8587104717324807453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2009/01/193-warga-myanmar-dan-bangladesh.html' title='193 Warga Myanmar dan Bangladesh Terdampar di Sabang'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-1827441069066616466</id><published>2008-12-14T05:33:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T05:34:07.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='batas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sabar'/><title type='text'>apakah kesabaran itu ada batasnya???</title><content type='html'>sabar .. sabar..&lt;br /&gt;kata yang sering dan banyak diucapkan oleh orang..&lt;br /&gt;apalgi ketika ada suatu maslah..&lt;br /&gt;susah memang menerapkannya..&lt;br /&gt;tapi apakah benar kesabaran itu ada batasnya???&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;mungkin banyak orang yang berpendapat iya..&lt;br /&gt;kesabaran itu ada batasnya...&lt;br /&gt;tapi tahukah kawan2 semua&lt;br /&gt;bahwa kesabaran itu tak ada batasnya...&lt;br /&gt;tak ada batsnya bukan berarti kita pasrah aja dan menerima begitu saja&lt;br /&gt;tapi kita tetap berusaha menyelesaikannya..&lt;br /&gt;tapi hidup itu belajar sabar..&lt;br /&gt;mengamalkannya..&lt;br /&gt;kalo ada yang bilang susah berarti dia adalah orang2 yang menyerah dalam perjalanan hidupnya..&lt;br /&gt;apalagi kalo sampai marah2...&lt;br /&gt;awalnya saya juga sering bilang kesabaran itu ada batasnya..&lt;br /&gt;tapi setelah dikaji lagi ternyata kesabaran itu tak ada batasnya..&lt;br /&gt;belajarlah tuk selalu sabar..&lt;br /&gt;(semoga bisa dan harus bisa...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-1827441069066616466?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/1827441069066616466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/12/apakah-kesabaran-itu-ada-batasnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/1827441069066616466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/1827441069066616466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/12/apakah-kesabaran-itu-ada-batasnya.html' title='apakah kesabaran itu ada batasnya???'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-1098326712595724573</id><published>2008-12-10T06:39:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:40:07.625+07:00</updated><title type='text'>minangkabau</title><content type='html'>Daerah asli Minangkabau meliputi 3 kesatuan wilayah adat yang mereka sebut Luhak Nan tigo (wilayah yang tiga ).Pertama adalah Luhak Agam, Luhak Limo puluah dan Luhak Tanah Data. Dari ketiga Luhak tersebut-lah kebudayaan Minangkabau tersebar pengaruhnya kedaerah sekitarnya (Mulyadi 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal- usul nama Minagkabau cukup beragam, tapi umumnya beranggapan nama itu timbul setelah mereka menang adu kerbau dengan pendatang lebih kuat. Kata Minangkabau bisa berasal dari Manang Kabau (Menang Kerbau),bisa pula dari kata Minangkabau ( sejenis senjata tajam yang dipasang pada kepala kerbau ).Ada pula yang membantah bahwa asal nama itu bukan dari adu kerbau, tapi sudah&lt;br /&gt;ada sejak dulu. Yang jelas bangunan rumah adat Minangkabau mencirikan tanduk kerbau dan hewan ini banyak dipelihara untuk dipelihara dan untuk korban upacara adat. Akan tetapi suku bangsa ini lebih suka menyebut daerah mereka Ranah Minang (Tanah Minang ) bukan Ranah Kabau ( Tanah Kerbau ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etnis minangkabau menganut system matrilineal, yaitu suatu sistem yang mengatur kehidupan dan ketertiban suatu masyarakat yang terikat dalam suatu jalinan kekerabatan dalam garis ibu. Seorang anak laki-laki atau perempuan merupakan klen dari perkauman ibu. Ayah tidak dapat memasukkan anaknya ke dalam klen-nya sebagaimana yang berlaku dalam sistem patrilineal. Oleh karena itu, waris dan pusaka diturunkan menurut garis ibu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya sistem matrilineal bukanlah untuk mengangkat atau memperkuat peranan perempuan, tetapi sistem itu dikukuhkan untuk menjaga, melindungi harta pusaka suatu kaum dari kepunahan, baik rumah gadang, tanah pusaka dan sawah ladang. Bahkan dengan adanya hukum faraidh dalam pembagian harta menurut Islam, harta pusaka kaum tetap dilindungi dengan istilah “pusako tinggi”, sedangkan harta yang boleh dibagi dimasukkan sebagai “pusako randah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu dalam pergaulan antar suku bangsa orang Minangkabau dengan sesamanya menyebut diri Urang Awak (Hidayah 1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatra Barat merupakan Provinsi asal Etnis Minangkabau dengan persentase sebesar 68,44 persen dari seluruh Etnis Minangkabu. Namun persentase tersebut relatif lebih rendah dibandingkan dengan persentase etnis Jawa dan Sunda yang tinggal di Provinsi asal mereka. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Etnis Minangkabau mungkin lebih banyak yang berimigrasi keluar dibandingkan dengan dua etnis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etnis Minangkabau pada umumnya merantau jauh dari daerah asalnya, disebabkan tanah pertanian tidak cukup memberi hasil atau kesadaran bahwa dengan pertanian mereka tidak mungkin dapat menjadi kaya, dengan alasan tersebut mereka biasanya lari ke sektor Perdagangan seperti: Berdagang kain (Tekstil), dan Rumah makan (Simanjuntak 2002).&lt;br /&gt;(dari berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-1098326712595724573?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/1098326712595724573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/12/minangkabau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/1098326712595724573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/1098326712595724573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/12/minangkabau.html' title='minangkabau'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-2768306255170969606</id><published>2008-11-23T06:31:00.000+07:00</published><updated>2008-11-23T06:32:43.787+07:00</updated><title type='text'>Bila Al Qur'an bisa bicara !</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Tahoma;color:teal;"&gt;&lt;span style="color: teal; font-family: Tahoma;"&gt;Waktu engkau masih              kanak-kanak, kau laksana kawansejatiku.&lt;br /&gt;Dengan wudu' aku kau              sentuh dalam keadaan suci Aku kau pegang, kau junjung&lt;br /&gt;dan kau              pelajari Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap              hari.&lt;br /&gt;Setelah usai engkaupun selalu menciumku              mesra.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;color:teal;"&gt;&lt;span style="color: teal; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang engkau telah              dewasa...Nampaknya kau sudah tak berminat lagi&lt;br /&gt;padaku... Apakah              aku bacaan usang yang tinggal sejarah...? Menurutmu              barangkali&lt;br /&gt;aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu. Atau              menurutmu aku hanya untuk&lt;br /&gt;anak kecil yang belajar mengaji              saja?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;color:teal;"&gt;&lt;span style="color: teal; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku engkau              simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana&lt;br /&gt;menyimpannya.              Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu.&lt;br /&gt;Kadang              kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa. Atau              aku&lt;br /&gt;kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan&lt;br /&gt;syetan. Kini              aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian              dalam&lt;br /&gt;kesepian. Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau              pendamkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;color:teal;"&gt;&lt;span style="color: teal; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Dulu...pagi-              pagi...surah- surah yang ada padaku engkau baca beberapa              halaman.&lt;br /&gt;Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu              di&lt;br /&gt;surau..... Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau              baca&lt;br /&gt;Koran pagi atau nonton berita TV. Waktu senggang..engkau              sempatkan membaca&lt;br /&gt;buku karangan manusia. Sedangkan aku yang              berisi ayat-ayat yang datang dari&lt;br /&gt;Allah Yang Maha &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1227396712_0"&gt;Perkasa&lt;/span&gt;. Engkau              campakkan, engkau abaikan dan engkau&lt;br /&gt;lupakan... Waktu berangkat              kerjapun kadang engkau lupa baca&lt;br /&gt;pembuka surah2ku (Basmalah).              Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik&lt;br /&gt;duniawi. Tidak              ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat&lt;br /&gt;padaku di laci              mobilmu. Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke&lt;br /&gt;stasiun              radio favoritmu. Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio              yang&lt;br /&gt;senantiasa melantunkan ayatku. Di meja kerjamu tidak ada aku              untuk kau baca&lt;br /&gt;sebelum kau mulai kerja. Di Komputermu pun kau              putar musik favoritmu. Jarang&lt;br /&gt;sekali engkau putar ayat-ayatku              melantun. E-mail&lt;br /&gt;temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau              abaikan. Engkau terlalu sibuk&lt;br /&gt;dengan urusan duniamu. Benarlah              dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar&lt;br /&gt;melupakanku. Bila              malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan              TV.&lt;br /&gt;Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan              Sinetron laga. Di&lt;br /&gt;depan komputer berjam-jam engkau betah              duduk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;color:teal;"&gt;&lt;span style="color: teal; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekedar membaca              berita murahan dan gambar sampah. Waktupun cepat&lt;br /&gt;berlalu...aku              menjadi semakin kusam dalam lemari. Mengumpul debu dilapisi&lt;br /&gt;abu              dan mungkin dimakan kutu. Seingatku hanya awal Ramadhan engkau              membacaku&lt;br /&gt;kembali Itupun hanya beberapa lembar dariku. Dengan              suara dan lafadz yang&lt;br /&gt;tidak semerdu dulu. Engkaupun kini              terbata-bata dan kurang lancar lagi&lt;br /&gt;setiap membacaku.Apakah              &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1227396712_1"&gt;Koran&lt;/span&gt;, TV, radio ,komputer, dapat memberimu&lt;br /&gt;pertolongan ? Bila              engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba.&lt;br /&gt;Engkau              akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya.Hanya dengan              ayat-ayat&lt;br /&gt;Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.              Sekarang engkau&lt;br /&gt;begitu enteng membuang waktumu...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;             &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;color:teal;"&gt;&lt;span style="color: teal; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat              berlalu...kuranglah jatah umurmu... Dan akhirnya kubur              sentiasa&lt;br /&gt;menunggu kedatanganmu… Engkau bisa kembali kepada              Tuhanmu sewaktu-waktu&lt;br /&gt;Apabila malaikat maut mengetuk pintu              rumahmu. Bila aku engkau baca selalu dan&lt;br /&gt;engkau hayati... Di              kuburmu nanti....Aku akan datang sebagai pemuda gagah              nan&lt;br /&gt;tampan.Yang akan membantu engkau membela diri. Bukan koran              yang engkau baca&lt;br /&gt;yang akan membantumu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;color:teal;"&gt;&lt;span style="color: teal; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Dari perjalanan di alam              akhirat.Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu.&lt;br /&gt;Yang senantiasa setia              menemani dan melindungimu. Peganglah aku lagi . ..&lt;br /&gt;bacalah              kembali aku setiap hari. Karena ayat-ayat yang ada padaku              adalah&lt;br /&gt;ayat suci.Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha              Mengetahui.&lt;br /&gt;Yang disampaikan oleh &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1227396712_2"&gt;Jibril&lt;/span&gt; kepada Muhammad              Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;color:teal;"&gt;&lt;span style="color: teal; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;Keluarkanlah segera aku              dari lemari atau lacimu...Jangan lupa bawa kaset&lt;br /&gt;yang ada ayatku              dalam laci mobilmu. Letakkan aku selalu di depan meja&lt;br /&gt;kerjamu.              Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu. Sentuhilah aku              kembali...&lt;br /&gt;Baca dan pelajari lagi aku...., setiap datangnya pagi              dan sore hari. Seperti&lt;br /&gt;dulu....dulu sekali... Waktu engkau masih              kecil , lugu dan polos... Di surau&lt;br /&gt;kecil kampungmu yang damai              Jangan aku engkau biarkan sendiri.... Dalam bisu&lt;br /&gt;dan              sepi....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;              &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:100%;color:teal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: teal; font-family: Tahoma;"&gt;Mahabenar              Allah, yang Mahaperkasa lagi. Mahabijaksana. Semoga&lt;br /&gt;bermanfaat.              Anda ingin menjadi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;color:red;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Tahoma;"&gt;DA'I SEJUTA              E-MAIL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;color:teal;"&gt;&lt;span style="color: teal; font-family: Tahoma;"&gt;, tolong anda              kirimkan&lt;br /&gt;artikel ini kepada sesama muslim, baik keluarga, sahabat              dan siapapun yang&lt;br /&gt;anda kenal atau silakan cetak untuk bacaan              keluarga di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa Billahit-taufiq              wal-hidayah&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr.wb&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;"Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk              duniamu,&lt;br /&gt;Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk akhiratmu              &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-2768306255170969606?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/2768306255170969606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/bila-al-quran-bisa-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/2768306255170969606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/2768306255170969606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/bila-al-quran-bisa-bicara.html' title='Bila Al Qur&apos;an bisa bicara !'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-4418045140529939287</id><published>2008-11-16T08:50:00.000+07:00</published><updated>2008-11-16T08:51:18.340+07:00</updated><title type='text'>CINTA LAKI-LAKI BIASA (True Story)</title><content type='html'>Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan&lt;br /&gt;kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu.&lt;br /&gt;Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui,&lt;br /&gt;gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya,&lt;br /&gt;melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga,&lt;br /&gt;dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang&lt;br /&gt;yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi.&lt;br /&gt;Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah,&lt;br /&gt;lalu matanya berpijar bagaikan  lampu neon limabelas watt.&lt;br /&gt;Hatinya  sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas.&lt;br /&gt;Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi  tak ada apapun yang keluar dari sana.&lt;br /&gt;Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik,&lt;br /&gt;kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu.&lt;br /&gt;Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap.&lt;br /&gt;Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli&lt;br /&gt;untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul,&lt;br /&gt;bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya&lt;br /&gt;yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu pasti bercanda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua,&lt;br /&gt;disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa&lt;br /&gt;dan Mama  membuat Nania  menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan  Nania yang balita melongo&lt;br /&gt;dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar&lt;br /&gt;anak Papa yang paling cantik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik.&lt;br /&gt;Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata&lt;br /&gt;kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan&lt;br /&gt;pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara,&lt;br /&gt;masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa,&lt;br /&gt;maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun,&lt;br /&gt;tapi jawabannya tidak harus iya,  toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania  terkesima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan  kami. Mulai dari ajang busana,&lt;br /&gt;sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi.&lt;br /&gt;Suaramu bagus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur.&lt;br /&gt;Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang,&lt;br /&gt;kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak,&lt;br /&gt;dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka&lt;br /&gt;atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka,&lt;br /&gt;melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Rafli cuma laki-laki biasa,  dari keluarga biasa,  dengan pendidikan biasa,&lt;br /&gt;berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergantian  tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi&lt;br /&gt;menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia.&lt;br /&gt;Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang&lt;br /&gt;dengan melihat pencapaiannya hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli.&lt;br /&gt;Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya.&lt;br /&gt;Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'.&lt;br /&gt;Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania&lt;br /&gt;menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli.&lt;br /&gt;Di sampingnya Nania bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akhirnya  menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun  pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang masih sering menanyakan hal itu,&lt;br /&gt;masih sering berbisik-bisik di belakang Nania,&lt;br /&gt;apa  sebenarnya yang dia lihat dari Rafli.&lt;br /&gt;Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli&lt;br /&gt;agar tampak di mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli,&lt;br /&gt;begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan,&lt;br /&gt;tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania.&lt;br /&gt;Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik,&lt;br /&gt;tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania merasa lidahnya kelu.  Hatinya siap  memprotes.&lt;br /&gt;Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama keempat adik  dan kakak itu beradu argumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!&lt;br /&gt;Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli juga pintar!&lt;br /&gt;Tidak sepintarmu, Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses.&lt;br /&gt;Tidak sepertimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya,&lt;br /&gt;bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!&lt;br /&gt;Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua.&lt;br /&gt;Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti.&lt;br /&gt;Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. &lt;br /&gt;Keduanya menggemaskan.  Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak.&lt;br /&gt;Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup  untuk hidup senang.&lt;br /&gt;Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri.&lt;br /&gt;Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu.&lt;br /&gt;Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya&lt;br /&gt;yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga.&lt;br /&gt;Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut.&lt;br /&gt;Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa,&lt;br /&gt;dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa,&lt;br /&gt;dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa,&lt;br /&gt;tak lagi mengusik perasaan  Nania. Sebab ketika  bahagia,&lt;br /&gt;alasan-alasan menjadi tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor  semakin gemilang,&lt;br /&gt;uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu,&lt;br /&gt;an Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra.&lt;br /&gt;Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania,&lt;br /&gt;bisik Papa dan Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.&lt;br /&gt;Cantik ya? dan kaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak imbang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih,&lt;br /&gt;tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli.&lt;br /&gt;Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak.&lt;br /&gt;Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu  itu,&lt;br /&gt;tak  sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang dikandung Nania tidak  juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania.&lt;br /&gt;Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit&lt;br /&gt;yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam,&lt;br /&gt;mereka akan segera melihat si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit.&lt;br /&gt;Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi,&lt;br /&gt;dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur.&lt;br /&gt;Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama,&lt;br /&gt;Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. &lt;br /&gt;Rasa sakit dan  melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit.&lt;br /&gt;Tapi pembukaan berjalan lambat  sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit,&lt;br /&gt;kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan.&lt;br /&gt;Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah,&lt;br /&gt;didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran&lt;br /&gt;akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas.&lt;br /&gt;Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya.&lt;br /&gt;Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua  kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin? Rafli dan Nania  berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu?&lt;br /&gt;Bagaimana jika terlambat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran.&lt;br /&gt;Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi.&lt;br /&gt;Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih.&lt;br /&gt;Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter&lt;br /&gt;itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak.&lt;br /&gt;Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir,&lt;br /&gt;telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya,&lt;br /&gt;dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya.&lt;br /&gt;Bibir lelaki itu tak  berhenti melafalkan  zikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendarahan hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli  membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah.&lt;br /&gt;Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!&lt;br /&gt;Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali.&lt;br /&gt;Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda.&lt;br /&gt;Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh&lt;br /&gt;darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya&lt;br /&gt;ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak.&lt;br /&gt;Terutama anggota keluarganya yang baru, si  kecil. Bayi itu sungguh  menakjubkan,&lt;br /&gt;fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari,&lt;br /&gt;mereka sudah  boleh membawanya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit,&lt;br /&gt;sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak,&lt;br /&gt;mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit,&lt;br /&gt;kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja&lt;br /&gt;mengerti dan memberikan izin penuh.&lt;br /&gt;oh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil,&lt;br /&gt;dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat&lt;br /&gt;dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka,&lt;br /&gt;melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda  mesra..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli  percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania, bangun, Cinta?  Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan,&lt;br /&gt;pipi dan kening istrinya yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah,&lt;br /&gt;Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit,&lt;br /&gt;mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra.&lt;br /&gt;Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya&lt;br /&gt;dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu.&lt;br /&gt;Sambil tak bosan-bosannya berbisik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan.&lt;br /&gt;Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal.&lt;br /&gt;Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania,&lt;br /&gt;semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah mereka tak sama  tanpa kehadiran  Nania. Anak-anak merindukan ibunya.&lt;br /&gt;Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak  wajahnya yang lama tak bercukur,&lt;br /&gt;atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir,&lt;br /&gt;kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik.&lt;br /&gt;Nania sudah tidur terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab.&lt;br /&gt;Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania&lt;br /&gt;dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata&lt;br /&gt;yang meleleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa.&lt;br /&gt;Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir.&lt;br /&gt;Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar  anak-anak ke sekolah  satu per satu.&lt;br /&gt;Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah &lt;br /&gt;dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania&lt;br /&gt;seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur.&lt;br /&gt;Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur.&lt;br /&gt;Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu.&lt;br /&gt;Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania,&lt;br /&gt;membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia.&lt;br /&gt;Setidaknya di mata Rafli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar.&lt;br /&gt;Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop,&lt;br /&gt;rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak,  seperti juga Rafli, &lt;br /&gt;melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu  bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli&lt;br /&gt;yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari.&lt;br /&gt;Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan,&lt;br /&gt;juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba,&lt;br /&gt;namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang&lt;br /&gt;penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga  orang, Papa dan  Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat  membuat Nania makin frustrasi,&lt;br /&gt;merasa tak berani, merasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian.&lt;br /&gt;Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik,&lt;br /&gt;barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja,&lt;br /&gt;bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka..&lt;br /&gt;Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua,&lt;br /&gt;anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati,&lt;br /&gt;kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna.&lt;br /&gt;Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia,&lt;br /&gt;meski karir telah direbut takdir dari tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu telah membuktikan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak  pernah berubah, untuk Nania&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-4418045140529939287?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/4418045140529939287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/cinta-laki-laki-biasa-true-story.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/4418045140529939287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/4418045140529939287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/cinta-laki-laki-biasa-true-story.html' title='CINTA LAKI-LAKI BIASA (True Story)'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-7378318332332813053</id><published>2008-11-16T01:10:00.000+07:00</published><updated>2008-11-16T01:12:33.462+07:00</updated><title type='text'>Pertolongan Pertama Pada Penderita Stroke</title><content type='html'>( Dengan cara mengeluarkan darah pada setiap ujung jari tangan dan  ujung&lt;br /&gt;daun telinga )&lt;br /&gt;Ada satu cara terbaik untuk memberikan pertolongan pertama kepada&lt;br /&gt;orang yang mendapat serangan STROKE.&lt;br /&gt;Cara ini selain dapat menyelamatkan nyawa si penderita , juga tidak&lt;br /&gt;menimbulkan efek sampingan apapun.&lt;br /&gt;Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan GAWAT DADURAT&lt;br /&gt;yang dapat berhasil 100%.Sebagaimana diketahui , orang yang mendapat&lt;br /&gt;serangan STROKE , seluruh darah di tubuh akan mengalir sangat kencang&lt;br /&gt;menuju pembuluh darah di otak.&lt;br /&gt;Apabila kegiatan pertolongan diberikan terlambat sedikit saja , maka&lt;br /&gt;pembuluh darah pada otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang&lt;br /&gt;mengalir dengan deras dan akan segera pecah sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik tetapi harus&lt;br /&gt;tetap tenang.&lt;br /&gt;Si penderita harus tetap berada di tempat semula dimana ia terjatuh ( Mis&lt;br /&gt;: di kamar mandi, kamar tidur, atau dimana saja )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN DIPINDAHKAN !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab  dengan memindahkan si penderita dari tempat semula akan mempercepat&lt;br /&gt;perpecahan pembuluh darah di otak.&lt;br /&gt;Penderita harus di bantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak&lt;br /&gt;terjatuh lagi , dan pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan.&lt;br /&gt;Untuk yang terbaik menggunakan JARUM SUNTIK , namun apabila tidak ada&lt;br /&gt;, maka JARUM JAHIT / JARUM PENTUL / PENITI dapat dipakai ~ dengan&lt;br /&gt;terlebih dahulu di-steril-kan dulu dengan cara di bakar diatas api ~&lt;br /&gt;Setelah jarum steril, segera lakukan PENUSUKAN pada 10 UJUNG JARI&lt;br /&gt;TANGAN.&lt;br /&gt;Titik penusukan kira-kira 1 cm dari ujung kuku. Setiap jari cukup di&lt;br /&gt;tusuk 1 KALI SAJA dengan harapan setiap jari mengeluarkan tetes darah.&lt;br /&gt;Pengeluaran darah juga dapat dibantu dengan cara di PENCET apabila&lt;br /&gt;darah ternyata tidak keluar dari ujung jari.&lt;br /&gt;Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit , si penderita akan segera sadar&lt;br /&gt;kembali.&lt;br /&gt;Bila mulut si penderita tampak Mencong / Tidak normal , maka  KEDUA&lt;br /&gt;DAUN TELINGA si penderita HARUS DITARIK ? TARIK sampai berwarna&lt;br /&gt;kemerah-merahan.&lt;br /&gt;Setelah itu lakukanlah 2 KALI PENUSUKAN pada masing-masing UJUNG&lt;br /&gt;BAWAH TELINGA sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung&lt;br /&gt;daun telinga.&lt;br /&gt;Dengan demikian dalam beberapa menit bentuk mulut si penderita akan&lt;br /&gt;kembali normal.&lt;br /&gt;Setelah keadaan si penderita pulih dan tidak ada kelainan yang berarti,&lt;br /&gt;maka segera bawa si penderita dengan hati-hati ke dokter atau rumah sakit&lt;br /&gt;terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.&lt;br /&gt;Sebagai salah satu cara beramal bakti, sebaiknya e-mail ini&lt;br /&gt;di-sebarluas- kan kepada teman-teman, keluarga dan relasi-relasi serta&lt;br /&gt;masyarkat luas, sebab serangan stroke ini dapat terjadi pada siapa saja&lt;br /&gt;dan dimana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Demi nyawa, worth to try kan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-7378318332332813053?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/7378318332332813053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/pertolongan-pertama-pada-penderita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/7378318332332813053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/7378318332332813053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/pertolongan-pertama-pada-penderita.html' title='Pertolongan Pertama Pada Penderita Stroke'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-994602221716061429</id><published>2008-11-11T02:28:00.000+07:00</published><updated>2008-11-11T02:29:58.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jam gadang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukittinggi'/><title type='text'>jam gadang</title><content type='html'>Jam Gadang adalah landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun.Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota). Pada masa penjajahan Belanda, jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan, sedangkan pada masa pendudukan Jepang, berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran diameter jam ini adalah 80 cm, dengan denah dasar 13x4 meter sedangkan tingginya 26 meter. Pembangunan Jam Gadang yang konon menghabiskan total biaya pembangunan 3.000 Gulden ini, akhirnya menjadi landmark atau lambang dari kota Bukittinggi. Ada keunikan dari angka-angka Romawi pada Jam Gadang ini. Bila penulisan huruf Romawi biasanya pada angka enam adalah VI, angka tujuh adalah VII dan angka delapan adalah VIII, Jam Gadang ini menulis angka empat dengan simbol IIII (umumnya IV).&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.sumbarprov.go.id/" target="blank"&gt;www.sumbarprov.go.id/&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-994602221716061429?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/994602221716061429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/jam-gadang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/994602221716061429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/994602221716061429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/jam-gadang.html' title='jam gadang'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-5637958081519195345</id><published>2008-11-11T02:20:00.000+07:00</published><updated>2008-11-11T02:23:00.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malalak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='padang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='longsor'/><title type='text'>Longsor di Agam</title><content type='html'>PADANG, SENIN - Dua dari enam orang korban longsor di Jorong Sasai Kandang dan Toboh, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumbar belum diketahui nasibnya. Masing-masing korban, Syahrul Safar (9) dan Nadir Syam (55) belum ditemukan memasuki hari ke tiga pascabencana.&lt;br /&gt;"Pencarian dua korban pada hari ke tiga terkendala cuaca yang tidak mendukung. Tim SAR tidak bisa bekerja secara optimal karena hujan tiba-tiba turun," kata Camat Malalak, Drs. Dandi Pribadi, ketika dikonfirmasi dari Padang, Senin (10/10). Ia menjelaskan, dengan kondisi cuaca tersebut sehingga pencarian tidak bisa dipaksakan karena khawatir sungai Baburai Malalak meluap lagi dan kondisi tanah masih labil.&lt;br /&gt;Justru itu, pencarian terhadap dua korban dilanjutkan pada (11/11) dan diharapkan cuaca lebih mendukung, sehingga upaya evakuasi lebih optimal. Korban bencana yang disebut galodo oleh warga setempat terjadi Jumat (7/11) itu, sudah ditemukan empat orang, adalah Darius St Makmur (70) dan Asnimar (60), Mediana Saprina (13) dan Nida (45).&lt;br /&gt;Dandi menjelaskan, warga perkampungan yang dilanda bencana alam itu, hingga hari ke tiga pasca kejadian masih khawatir dengan cuaca kurang bersahabat sehingga sebagian masih memilih di pengungsian. Akibat bencana itu, tiga jembatan hanyut parah, tiga tiang listrik roboh, lima rumah rusak dan dua lainnya masih hilang, serta seratusan hektar sawah terendam lumpur dan enam ekor ternak warga hilang.&lt;br /&gt;Secara terpisah, Kepala Bidang Humas dan Inforkom Pemkab Agam, Rahman, mengatakan, pihaknya sudah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat turun hujan. Kendati, hujan pada siang hari masih sering turun seperti pada Minggu sore, menyebabkan longsor susulan terjadi dan hari ke tiga pencarian juga terkendala cuaca.&lt;br /&gt;"Kita berharap pada hari ke empat upaya evakuasi hendaknya dua korban bisa ditemukan," kata Rahman.&lt;br /&gt;(sumber : kompas 10 nov 08)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-5637958081519195345?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/5637958081519195345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/longsor-di-agam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/5637958081519195345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/5637958081519195345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/longsor-di-agam.html' title='Longsor di Agam'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-4389167857452105020</id><published>2008-11-07T05:59:00.000+07:00</published><updated>2008-11-07T06:00:25.750+07:00</updated><title type='text'>sound track laskar pelangi</title><content type='html'>Laskar Pelangi&lt;br /&gt;by. Nidji&lt;br /&gt;Cipt. Nidji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi adalah kunci&lt;br /&gt;Untuk kita menaklukkan dunia&lt;br /&gt;Berlarilah tanpa lelah&lt;br /&gt;Sampai engkau meraihnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laskar pelangi takkan terikat waktu&lt;br /&gt;Bebaskan mimpimu di angkasa&lt;br /&gt;Warnai bintang di jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarilah dan terus tertawa&lt;br /&gt;Walau dunia tak seindah surga&lt;br /&gt;Bersyukurlah pada yang kuasa&lt;br /&gt;Cinta kita di dunia&lt;br /&gt;Selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada hidup&lt;br /&gt;Memberikan senyuman abadi&lt;br /&gt;Walau hidup kadang tak adil&lt;br /&gt;Tapi cinta lengkapi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laskar pelangi&lt;br /&gt;Takkan terikat waktu&lt;br /&gt;Jangan berhenti mewarnai&lt;br /&gt;Jutaan mimpi di bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku Bahagia&lt;br /&gt;by. Sherina Munaf&lt;br /&gt;Cipt. Sherina Munaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bermain-main&lt;br /&gt;Siang-siang hari Senin&lt;br /&gt;Tertawa satu sama lain&lt;br /&gt;Semua bahagia&lt;br /&gt;Semua bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berangan-angan&lt;br /&gt;Merangkai masa depan&lt;br /&gt;Di bawah kerindangan dahan&lt;br /&gt;Semua bahagia&lt;br /&gt;Semua bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari seakan tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau makan susah&lt;br /&gt;Walau hidup susah&lt;br /&gt;Walau tuk senyum pun susah&lt;br /&gt;Rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan&lt;br /&gt;Oh Ku bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berlari-lari&lt;br /&gt;Bersama mengejar mimpi&lt;br /&gt;Tak ada kata tuk berhenti&lt;br /&gt;Semua bahagia&lt;br /&gt;Semua bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lintang&lt;br /&gt;by. Netral&lt;br /&gt;Cipt. Bagus - Eno - Coki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lintang… bujang kecil berkulit hitam mengayuh kebut sepedanya&lt;br /&gt;Dlapan puluh kilo setiap hari demi sekolah yang tercinta&lt;br /&gt;Lintang… harta karun terpendam jenius kebanggaan kelas kita&lt;br /&gt;segala ilmu segala pelajaran gampang diserap dicerna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau mutiara cahya pelita bintang kejora kami punya&lt;br /&gt;Lintang… Lintang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Perlu Keliling Dunia&lt;br /&gt;by. Gita Gutawa&lt;br /&gt;Cipt. Erwin Gutawa &amp; Mira Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapur putih yang pucat&lt;br /&gt;Terasa penuh warna&lt;br /&gt;Dan pelangi yang enggan datangpun berbinar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kertas putih yang pudar&lt;br /&gt;Tertulis seribu kata&lt;br /&gt;Dan kuungkap semua yang sedang kurasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkanlah kata hatiku&lt;br /&gt;Bahwa kuingin untuk tetap disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlulah aku keliling dunia&lt;br /&gt;Biarkan ku disini&lt;br /&gt;Tak perlula aku keliling dunia&lt;br /&gt;Karna ku tak mau jauh darimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia boleh tertawa melihatku bahagia&lt;br /&gt;Walau di tempat yang kau anggap tak biasa&lt;br /&gt;Biarkanlah aku bernyanyi berlari berputar menari disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlulah aku keliling dunia&lt;br /&gt;Karena kau ada disini&lt;br /&gt;Tak perlulah aku keliling dunia&lt;br /&gt;Kaulah segalanya bagiku dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Kecil&lt;br /&gt;by. Ipang&lt;br /&gt;Cipt. Dede Kumala &amp; Ipang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja berakhir&lt;br /&gt;Hujan di sore ini&lt;br /&gt;Menyisakan keajaiban&lt;br /&gt;Kilauan indahnya pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah terlewatkan&lt;br /&gt;Dan tetap mengaguminya&lt;br /&gt;Kesempatan seperti ini&lt;br /&gt;Tak akan bisa dibeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamamu kuhabiskan waktu&lt;br /&gt;Senang bisa mengenal dirimu&lt;br /&gt;Rasanya semua begitu sempurna&lt;br /&gt;Sayang untuk mengakhirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melawan keterbatasan&lt;br /&gt;Walau sedikit kemungkinan&lt;br /&gt;Takkan menyerah untuk hadapi&lt;br /&gt;Hingga sedih tak mau datang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamamu kuhabiskan waktu&lt;br /&gt;Senang bisa mengenal dirimu&lt;br /&gt;Rasanya semua begitu sempurna&lt;br /&gt;Sayang untuk mengakhirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah berganti&lt;br /&gt;Tetaplah seperti ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waltz Musim Pelangi&lt;br /&gt;by. Floatz&lt;br /&gt;Cipt. Hotma Roni Simamora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahanku tampak dari jauh&lt;br /&gt;Dan sepuluh rupa pemuja&lt;br /&gt;Menanti pelangi meski dunia&lt;br /&gt;Tak lagi terpana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiap-tiap pandang tertuju&lt;br /&gt;Pada gerimis yang dirindu&lt;br /&gt;Akankah kali ini bersamanya lagi&lt;br /&gt;Pelukis langitku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarak-arak awan tertiup&lt;br /&gt;Bergegas cahayapun menyusup&lt;br /&gt;Selapis warna mulai terwujud&lt;br /&gt;Tak dapat namanya kusebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi impian sederhana&lt;br /&gt;Menjadi pecinta semesta&lt;br /&gt;Berharap yang terbaik meski dunia&lt;br /&gt;Tak lagi percaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila nanti kita tlah terpisah&lt;br /&gt;Hingga sribu tahun cahaya&lt;br /&gt;Jangan pernah berubah meski hati&lt;br /&gt;Terlalu lelah walau tuk skedar&lt;br /&gt;Bermimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Sahabat&lt;br /&gt;by. Garasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat ku butuh dirimu&lt;br /&gt;Kuinginkan kau di sisiku&lt;br /&gt;Saat kauperlukan hadirku&lt;br /&gt;Kujanjikan ada untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah&lt;br /&gt;TUk menghilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunantikan saat bersama&lt;br /&gt;Penuh cerita dan ceria&lt;br /&gt;Redakan beban yang terasa&lt;br /&gt;Memberi warna dalam jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku akan slalu berjanji&lt;br /&gt;Untuk setia sampai nanti&lt;br /&gt;Ku kan slalu ada untukmu&lt;br /&gt;Tuk temani harimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah&lt;br /&gt;Tuk menghilang&lt;br /&gt;Karna kaulah&lt;br /&gt;Sahabatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janjilah kau tak meninggalkanku&lt;br /&gt;Dan janjilah kau tak melupakanku nanti&lt;br /&gt;Dan kita harus slalu menjaga&lt;br /&gt;Arti dari sebuah persahabatan kita ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengejar Harapan&lt;br /&gt;by. Gugun &amp; The Bluesbug&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak kecil&lt;br /&gt;Lari mengejar&lt;br /&gt;Matahari.. Keringatnya membasuh pedih&lt;br /&gt;Raut wajah&lt;br /&gt;Beri kisah&lt;br /&gt;Derai tawa&lt;br /&gt;Saat itu tak kan terlupa&lt;br /&gt;Hingga kini tetap bakar jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau berlari&lt;br /&gt;Mengejar&lt;br /&gt;Harapan&lt;br /&gt;Harapan hingga ku di sini&lt;br /&gt;Kau berlari&lt;br /&gt;Mengejar&lt;br /&gt;Harapan hingga ku berdiri&lt;br /&gt;Oooo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada mereka&lt;br /&gt;Kurangkai cerita&lt;br /&gt;Setulus hati&lt;br /&gt;Pancarkan.. Angkasa raya&lt;br /&gt;Walau tetap berjalan dalam mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga Seroja&lt;br /&gt;by. Veris Yamamarno &amp; Mara Kama&lt;br /&gt;Cipt. Husein Bawafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari menyusun seroja bunga seroja&lt;br /&gt;Riasan sanggul remaja putri remaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupa yang elok dimanja jangan dimanja&lt;br /&gt;Pujalah ia oh saja sekedar saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kau bermenung oh adik berhati bingung 2x&lt;br /&gt;Janganlah engkau percaya dengan asmara 2x&lt;br /&gt;ekarang bukan bermenung jangan bermenung 2x&lt;br /&gt;Mari bersama oh adik memetik bunga 2x&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-4389167857452105020?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/4389167857452105020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/sound-track-laskar-pelangi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/4389167857452105020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/4389167857452105020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/sound-track-laskar-pelangi.html' title='sound track laskar pelangi'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-7025930474985353152</id><published>2008-11-04T13:26:00.000+07:00</published><updated>2008-11-04T13:44:20.304+07:00</updated><title type='text'>lembar persembahan skripsi ku</title><content type='html'>“dengarkanlah suara hatimu karena disanalah kamu akan mendapatkan ketenangan jiwa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya 12 juni pukul 12.00 wib perjuangan panjang ku ini menemukan&lt;br /&gt;titik terangnya….., Ucapan syukur akan kebesaran Allah Swt yang tlah memberikan kesempatan pada diriku tuk menjalani dan merasakan semua ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan, terima kasih atas pembelajaran yang diberikan pada hambaMu ini, dan ampunilah hambamu ini yg “terkadang harus memilih jalan yang salah untuk menemukan suatu kebenran”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang harus disesalkan, jangan pernah larut dalam suatu masalah,hidup itu saat ini, yang lalu biarlah berlalu jadikan sbagai pedoman,masa depan hanya impian…. Setiap org kan mencari takdirnya sendiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaln panjang dan berliku, penuh halangan dan rintangan yang mengiringi penulisan skripsi ini tlah membuatku bertambah yakin akan kebesaranNya,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sabar dan ikhlas”, dua kata yang makin aku pahami maknanya, gampang mengucapkan tapi susah diamalkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil karya ini kupersembahkan bagi semua yang ada di alam ini dan pernah&lt;br /&gt;menjadi bagian dalam hidupku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang tuaku yg sangat aku sayangi, terima kasih tlah  melahirkan,membesarkan,mendidik dan memberikan kasih sayang serta do’a dan dukungannya, maafkanlah anakmu ini yg sempat melupakan kalian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak2ku (Uni Pina (almh), Ni Ok, Da Doni) dan adek2ku (iwan dan Vita), terima kasih atas dukungan dan do’a kalian, serta ponakan2 ku yang di Padang dan di Serang, kalian inspirasi baru bagi ku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga besarku yang ada di Lubuk Basung, Bukittinggi, Padang, Pekanbaru,&lt;br /&gt;Serang, Jakarta, Semarang dan dimanapun berada, terima kasih atas do’a, dukungan dan nasehat yang diberikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs.Ign.Boedhi Hendrarto,MSc. PhD dan Ir. Subiyanto,MSc.PhD, terima kasih atas kesediaannya tuk meluangkan waktu membimbing dan berbagi ilmu serta berdiskusi dengan diri ini, terimakasih atas press mental nya pak, banyak hal yang bisa saya ambil dari ini smua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof.Ir.Supriharyono.MS.PhD dan (Prof.)Dra. Norma Afiati, MSc. PhD, yang tlah berkenan hadir diruang sidang dan memberikan masukan serta mendiskusikan tentang&lt;br /&gt;tulisan ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir.Suardi M.L; Dr.Ir.Eni Kamal,MSc, bu pit, bang ade, sari dan seluruh staf di&lt;br /&gt;Pusat Studi mangrove dn kawasan pesisir Univ. Bung hatta; bu Upik dan pak wen  serta seluruh staf di laboratoriun ilmu tanah, Univ. Andalas, terima ksih atas&lt;br /&gt;bantuan, diskusi, informasi, serta nasehat dan arahan yang diberikan pada saya selama penelitian di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pak Satu dan keluarga serta seluruh warga jorong ujuang labuang yg tlah membantu dan mengizinkan sya melakukan penelitian juga bwt mak tileh yg tlah mengizinkan sya nginap dan makan dirumah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan2 di padang dan Lubuak basuang yang tlah banyak membantu selama penelitian lapangan; ika,Spi (UBH), Irnas,ST, Fiqar,Amie,Wawao, Riko,adekku iwan, BA 4010 BK (thanks tlah mau menemaniku bolak balik sejauh 5000 km, padang-tiku-lubas-bukittinggi-padang).. tak lupa buat Yandi (kincuih) yg tlah menemani pendakian Gn.Marapi….(28 okt’07).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat semua yang merasakan dan menjadi korban Gempa Sumatera 12 (7,9 SR) –13(7,7 SR) Sept’07, “ternyata berbeda rasanya ketika jdi korban dan pengamat”, trima kasih ya Allah yg tidak mengizinkan Tsunami mampir di Pantai barat sumatera shg sy bsa&lt;br /&gt;menyelesaikan penelitian ini.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga buat kawan2 dalam team relawan gempa jogja 2005, tidur beralaskan tanah beratapkan langit diantara puing2 reruntuhan bangunan, sebuah pengalaman tersendiri, tak ada yg tak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak, dalam sekejap smua rata dengan tanah,…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan di PALAKA UNDIP dari angkatan I – VIII dst., terlalu banyak kenangan yang terukir disini dan gak mungkin aku sebutkan satu persatu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan diksar Angkatan IV (runggut,sebloh nd kunyil + menying, haha). thanks buat ruang di E 206,, tlah menemaniku dlam “nomaden dan ngegembel”, ngekoz gratis boo…, “petualang sejati takkan pernah menyerah pada keadaan apapun tanpa mengesampingkan takdir illahi”,never ending adventure kawan,….., teruskan perjuangan ini..,, save&lt;br /&gt;our earth, selamatkan mangrove,aku titipkan Palaka pada kalian……. salam lestari….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks atas kerjasamanya buat kawan2 dalam petualangan ke alam ku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gn.Merbabu (ana2k ikammi, 2004), Slamet (team palaka, 24-26 dec 2004), sumbing&lt;br /&gt;(endang,yani,fristo,fathul, thn 2005), sindoro (th 2005,2007,2008),lawu (gendon, jaya..puasa2 munggah ndezz.), Ciremai (adi nd tri),Arjuno nd Welirang (leo, jalawira sby, 2007,qt memang gila..baru kali ini dpt parner munggah sama2 speed, welirang-arjuno 4 jam dgn potong kompas/bikin jalur sendiri, thanks dah menginspirasikanku tuk&lt;br /&gt;mendapatkan judul skripsi), Marapi (kincuih, 2007), Ungaran (2004-2008),  susur pantai jepara (2004), caving goa ciremai nd susur pantai Jogja (2006), susur pantai batang (2007), team lomba lintas alam penggaron 2004 (qt kecepatan 1 jam kawan), team lintas alam tawangmangu(2005) , kawan2 di kesemat (thanks pelajaran mangrovenya),Uksa-387 Undip (thanks latihan selam nd SaR Laut serta fin swimmingnya (pulau panjang – pantai kartini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan2 di IKAMMI-semarang (ikatan mahasiswa minang), terima kasih tlah menyelamatkanku di St. Twang bln juni th 2003, dan menyemangati ku slama penyusunan skripsi ini, ”sakali laia takambang pantang suruik kabalakang”, terlalu banyak kenangan yg tak terlupakan,jagolah kekompakan dan jan pernah lupo jalan ka pulang…. bilo wak bisa pulang basamo yooo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan2 di MsP ; fristo lei, dian baim, puji boneng, adi bontot, istriku ai&lt;br /&gt;chun, cintaku endah, adekku ella, endang tomblok, nurdin m top,Soedjiman, bayu, widixs,ni2ng,wulan, deby, shelly, tika, mamet pak lurah,boy, upleks, alex, inul, hawwin, mala, dhany, dina, isna, desiT,desi K, fendi,ifan,angga, afri, astri, yani, raya, angel, adigabrul, agung kobo, wisnu,wulan, ratna,ucup, siwi,sagita, nopex’s,&lt;br /&gt;nobita, isna, martha, faizah,tyas,santi, joko,anton,ari bokep,ari w,etc ……… thanks atas kerjasamanya slama ini, maafin komting kalian yg gk jelas ini, hehehe.,,  aku blajar byak dari kalian smua,jangan sampai silturrahmi ini terputus…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smua penghuni kampuz baik pleburan, tembalang maupun jepara, sungguh banyak kenangan di kampuz ini. Maaf buat penjaga kampz pleburan kalo qt sering bergesekan. Senior2 dan smua junior yg saya kenal maupun tidak. Bapak2/ibu dosen yg berkesan bagi saya, pak agus hartoko (maaf pak kalo gps nya gk sama, nd maaf dh ngilanginnya..), bu ruswahyuni (maaf bu dah banyak membantah dan membuat masalah dgn ibu, tapi gk&lt;br /&gt;apalah ibu punya cara tersendiri tuk ngingat saya, katanya bisa sampai mati ya bu, AAT MSP ’03!!… oiya bu ultah qt sama yaa..),mz bogi (asik juga nongkrong di Bagan,… reunian para mantan calon kadet..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kawan2 dalam perjuangan……&lt;br /&gt;nourman,adab,aang,saut,agus,eri,pomo,iwan,syafak,dodi,andi,gatot,teguh,dan smua yg pernah terlibat dalam ”Back to Sea” dan rpt2 ”PKI” terimakasih kwan atas kerjasamanya…, ”revolusi belum berakhir”..,dan maaf buat kwan2 yg ternyata qt harus bersebrangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan2 yg ku kenal di lsm IIWC yang memberiku banyak pelajaran, mbk puji,mz dimas, mbk ismi nd mbk metta (thanks transletannya), pak guru, Joanda (smga lo bisa kembali lagi bro), mz soni, febri, mega,bhinuri, vici,na2,tita, pras, oshin, hastin, ayu, lovi, ratih, etc, serta kawan2 di international work camp ku mulai dari ungaran camp, tumpang camp,gambilangu camp, gedong songo camp, mangkang camp dan semua yang tlah memberikn banyak pelajaran berharga dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan2 dalam pelayaran perdana ”anchovi” th 2004 (Batang-jepara,11 jam),bang astro, mz lilik, mz priyo, mz go2n, mbk ratih. Terima ksih tlah mengizinkan ku tuk ikut mengukir sejarah di kapal itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak anwar moosa dan keluarga, terima kasih atas bimbingan dan arahan serta diskusinya selama saya di Semarang, (tante.. maafin dlu kalo rambut saya panjang, kulit hitam, dan gk terurus….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan2 di tempat yg pernah menjadi perlindunganku, Jl. Tirtosari 1 B,kertanegara Selatan 9, Pleburan IV/I (Baselo),Genuk karanglo,Sriwijaya brt 54, Tunjung Sari no 133, BC palaka, Iwenisari 2 B (Guder) dan semua tempat yang pernah aku tempati, maaf buat kawan2 yg terganggu tidurnya karena ulah ku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ank2 slb ungaran, anak2 jalanan, mbk2 Psk baik jlanan maupun lokalisasi, gays comunity, drugs user,  dan kalian semua yang membuat aku mengerti sisi lain dari hidup ini, juga buat SK dan GBL yg tlah memberikan kesmpatan bagiku untuk nginap dan mempelajari kehidupan disana,.,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas ulla thanks buat onani intelektualnya.., kpn qt bs diskusi lagi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Myf***k brother ”pak de suhenk” kapan munggah maneh?? Nduwe titit&lt;br /&gt;po ra’???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawan2 di lsm : forum Kipas (kita peduli aids semarang), Asa pkbi, setara,&lt;br /&gt;griya asa, pilar, bintari, etc, yg tlh memberiku bnyk pengalaman nd ilmu yg sgt berarti…,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan2 dalam petualangan NTB th 2004…, fani (sekeluarga, thanks kemurahan&lt;br /&gt;hatinya tlah mengizinkan aku nginap dan makan selama di Mataram),tika, ilmi,boneng, Feny Unram (thanks dah mau jd sobat ku,walau qt bru ketemu skali, keep contact.., ), danang, Hikmah (terima kasih tlah mau menjadi sahabatku dan mengenalkan ttg sisi lain dari alam ini) dan wawan (dompu)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian2 yg pernah ada dan menemani hari2 ku……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risha,Riska ds, thitn,dean,mbk ismi, riska ls,endah,nurmi, widixs,boneng, oshin,&lt;br /&gt;na2, tita, meylinda, ni2, ni2ng, mega sebloh,selvi, mbk metta, eda,ami, icha, dwi, joy, nandoz, walid,chia,yori,bontot,baim,fristo,pajok,ilma (thanks dah menemani hari2&lt;br /&gt;uda ketika bingung), devany (thanks 4 laptop, motor, do’a dan semangat yg pernah diberikan),penghuni baselo, penghuni Guder,dede nd ryan (thanks komputernya), penghuni rumah qt dan smua penghuni alam raya ini,  …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat2 Sma ku..,, Hikmah, Irnas, Ali, Olga, ternyata iktan batin qt tak&lt;br /&gt;mengenal jarak,gmn dg “KEBTTAEFUN Singa wanggo“ apakah perlu di hidupkan lagi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan2 tim I kkn undip desa pojok, kec. Pulokulon, kab. Grobogan, (tri joko,endang, ester, sugeng, tina), semoga qt bsa ttp komunikasi nd jgnpernah ada niat memutus silturrahmi ini…, byk kenangan selama didesa kawan,”pilkades yg complicated”…..ternyta qt bsa melaluinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kawan2 di team asisten Planktonologi 2005-2007, MPI (2006-2008), Rehab. Dan restocking (2007-2008), dan smua praktikanku terima ksih atas kerjasamanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak2 sopir, masinis, pilot, nakhoda, tukang ojek, tukang tambal ban,pengamen, tukang becak dan semua rumah makan yang tersebar dari lintas sumatera-pantura-bali-lombok-sumbawa (terima kasih tlah mau menjadi tempat persinggahanku) dan smua yg tlah berperan dalam perjalanan ini… thanks for all….. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ketika ingin tetap meneruskan hidup berarti harus siap untuk disakiti dan&lt;br /&gt;menyakiti, ku persembahkan juga tulisan ini buat orang2 yg pernah aku sakiti dan menyakiti diriku, jangan pernah ada dendam dan jangan pernah ada niat tuk memutuskn silaturrahmi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat smua yg tlah menjadi inspirasiku……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   Dan seseorang disana yg setia menantiku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                     (walau ku blm tau siapakah dirimu)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    ”di balik kesusahan pasti ada kemudahan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   karatau madang di ulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babuah babungo balun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Marantau bujang da ulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirumahpaguno balun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sebuah pantun dari ranah minang yg tlah menginspirasikanku tuk pergi&lt;br /&gt;     merantau… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”jika kamu mencintai sesuatu, maka tinggalkanlah agar cintamu akan bertambah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank&lt;br /&gt;you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khamsahamida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arigthou…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam lestari……!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K2A003 043; P-04/037-Ad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealisme adalah kekayaan terakhir yang dimiliki oleh anak muda…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan belum berakhir…….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-7025930474985353152?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/7025930474985353152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/lembar-persembahan-skripsi-ku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/7025930474985353152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/7025930474985353152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/lembar-persembahan-skripsi-ku.html' title='lembar persembahan skripsi ku'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-8287177023177721798</id><published>2008-11-04T13:00:00.000+07:00</published><updated>2008-11-04T13:02:24.052+07:00</updated><title type='text'>Danau Maninjau</title><content type='html'>Danau Maninjau di Sumatera Barat adalah satu dari danau yang paling menakjubkan di Indonesia. Danau vulkanik ini terletak kurang lebih 461 meter di atas permukaan laut. Dengan ukuran kurang lebih 100 meter persegi dengan kedalaman maksimum 500 meter, danau ini memiliki sebuah legenda yang berkaitan. Berdasarkan legenda di ranah Minang mengenai "Bujang Sembilan", salah satu di antaranya meninggal dengan cara menceburkan diri ke dalam kawah. Kawah ini kemudian membesar dan di kemudian hari terbentuklah danau di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Maninjau memiliki resor berbintang lima yang berada di puncak bukit. Dengan pemandangan yang menyenangkan dan menenangkan hati, menginap di daerah Maninjau akan menjadi pengalaman yang mengesankan. &lt;br /&gt;Desa Maninjau terletak di samping danau. Buya HAMKA, salah satu sastrawan terkenal di Indonesia, dilahirkan di sini. HAMKA menulis buku yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk yang fenomenal itu. Figur terkenal lainnya yang dilahirkan di sini adalah Rangkayo Rasuna Said, salah satu pahlawan nasional di Indonesianya. Nama perempuan ini diabadikan sebagai salah satu jalan protokol di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maninjau Lake. Source from loola.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mencapai Daerah ini&lt;br /&gt;Terletak 35 kilometer dari kota Bukittinggi, Anda dapat menyewa mobil untuk mencapai daerah Danau Maninjau. Angkutan umum juga banyak tersedia. &lt;br /&gt;Tempat Menginap&lt;br /&gt;Berbagai penginapan atau hotel di wilayah Bukittinggi. Anda juga dapat menginap di resor Danau Maninjau. &lt;br /&gt;Berkeliling&lt;br /&gt;Dengan menggunakan mobil atau angkutan umum, Anda dapat menikmati pemandangan yang spektakuler. &lt;br /&gt;Tempat Bersantap&lt;br /&gt;Anda dapat memuaskan lapar dan dahaga di restoran-restoran terdekat, atau dapat juga di daerah hotel atau penginapan. Makanan Sumatera Barat terkenal pedas, jadi pandai-pandai lah memilih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah Tangan&lt;br /&gt;Songket, atau aneka produk terbuat dari songket khas Sumatera Barat (berupa sandal, sepatu, tas, tempat koin, dan lain sebagainya), juga pernak-pernik unik lainnya tersedia. Anda juga dapat membeli oleh-oleh berupa makanan kering khas Sumatera Barat seperti keripik singkong pedas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lake Of Maninjau. Source from travelblog.org&lt;br /&gt;Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan&lt;br /&gt;Selain mengagumi pemandangan yang ada, Anda dapat berekreasi di danau, walaupun fasilitas terbatas. Sayangnya, karena di daerah ini busana minim/renang yang ketat dianggap kurang sopan, maka bagi yang ingin berenang tidak dapat melakukannya di Danau Maninjau. Anda dapat berenang di resor atau berbagai hotel yang menyediakan fasilitas kolam renang. Di resor Maninjau Anda juga dapat mengunjungi fitness center dan jogging track yang tersedia. &lt;br /&gt;Tips&lt;br /&gt;Hormati penduduk setempat. Berpakaianlah secara kasual namun sopan. Untuk menikmati Danau Maninjau sepenuhnya, menginaplah di Resor Danau Maninjau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-8287177023177721798?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/8287177023177721798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/danau-maninjau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/8287177023177721798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/8287177023177721798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/danau-maninjau.html' title='Danau Maninjau'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-779350955470695029</id><published>2008-11-04T12:56:00.001+07:00</published><updated>2008-11-04T12:56:32.688+07:00</updated><title type='text'>waspada bagi pencaker</title><content type='html'>Daftar Perusahaan yg di Black List oleh Para Blogger, kalo ada yang mau nambahin silahkan, sebagai bahan acuan menangkal penipuan dari mafia pencari kerja :&lt;br /&gt;EGA corp&lt;br /&gt;PT Hati Raja Jaya&lt;br /&gt;MITRA UTAMA GLOBAL&lt;br /&gt;PT SAG&lt;br /&gt;MAXGAIN&lt;br /&gt;PT.MAXINDO&lt;br /&gt;Graha Finesa - BBJ&lt;br /&gt;PT HARJAYA Group&lt;br /&gt;PT GOLDMANY INDONESIA&lt;br /&gt;PT GOLDMANY INDONESIA&lt;br /&gt;PT GAMA PRIMA KARYA&lt;br /&gt;Pesanku: Jangan mau datang interview kalo kalian di panggil perusahaan2 diatas mereka telah banyak makan korban. Ujung-ujungnya kita harus ngeluarin modal yang tidak dikit. Kenapa sih masih banyak orang yang bisa tenang makan uang orang dengan cara tidak bener…???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-779350955470695029?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/779350955470695029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/waspada-bagi-pencaker.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/779350955470695029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/779350955470695029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/waspada-bagi-pencaker.html' title='waspada bagi pencaker'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-3637617268642802877</id><published>2008-11-03T10:12:00.000+07:00</published><updated>2008-11-04T13:07:15.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semarang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukittinggi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Undip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lubuk basung'/><title type='text'>biografy</title><content type='html'>Terlahir di salah satu kota kecil di kaki bukit barisan, tepatnya Lubuk Basung sekitar 110 km dari kota Padang. Masa kecil dilewati di tanah kelahiran walaupun sempat mencicipi sejuknya kota bukittinggi beberapa tahun sebelum masuk sekolah Dasar bersama Bapak yang bertugas disana. SD sampai SMA di lewati di Lubuk Basung. Tiap jenjang pendidikan mempunyai watak dan tabiat yang berbeda-beda, bahkan wajah pun ikut berubah seiring perkembangan usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah mengalami patah tulang pada waktu smp kelas 2 karena saking hobby bermain bola, tetapi sejak kejadian tersebut kebiasaan main bola menjadi berkurang.&lt;br /&gt;SMA mengalihkan hobby pada otomotif, yaitu mengutak-atik motor. Berbekal motor tua bapak dan kawan2 “geng motor” pada waktu itu bisa ikut2an ngebut di jalanan. Beberapa kali berkejaran ma polisi, tapi untung yang kena tilang Cuma sekali itupun Rp. 5000,- perak ( terpaksa berhenti cz gak da pilihan lain, hehhehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking gilanya bawa motor jalan2 dari Lubuk basung – bukittingi tanpa bawa stnk nd gk punya sim, pernah di kejar polisi tapi polisinya kalah nekad di tikungan, hehhehhe. Dari Padang ke Lubuk basung pernah ditempuh dalam waktu lebih kurang 1 jam. Motor yang sempat menjadi bagian hidup “soulmate” ini pun pernah membawa menuju 160 km/jam…. Wao asik juga… (sampai skg belum pernah bisa menyamai rekor itu lagi..) sebuah kegilaan di masa remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki kelas 3 sma gejala penyakit yang berhubungan dengan paru2 mulai terasa, akhirnya memutuskan untuk berobat dan meninggalkan dunia jalanan selain factor jiwa. Karena banyaknya teman2 yang menghadap Tuhan di jalanan…&lt;br /&gt;Rajin olah raga dan makan teratur telah membuat fisik kembali kuat, sehinggga terbersit keinginan tuk mendaftar menjadi Kadet AAL, dengan semangat dan latihan serta focus menghadapi UAN. Selesai UAN lgsg berangkat tes AAL di padang, satu persatu tes dilewati dan sampai lulus tes ke 6 (tes terakhir di daerah), tinggal pantokhir di Surabaya. Sambil melengkapi berkas untuk pantokhir panggilan dar Universitas Diponegoro dating, dan menyatakan saya diterima melalui PSSB. Bingung harus memilih, cz waktunya bersamaan… pilihan hidup pertama yang kurasa paling berat . ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memantapkan hati, akhirnya terdampar juga di semarang sendirian, kota yang belum pernah di kenal sama sekali. Jangankan semarang, pulau jawa aja baru pertama kali di injakkan (2003). Dengan bantuan senior2 dari IKAMMI (genk nya anak Padang di Semarang) perlahan aq bisa mengenal kota lumpia ini. Kenekatan demi kenekatan berlanjut, minggu2 pertama  tepatnya hari kedua sudah nekad bermain ke simpang 5 berdua (sama2 bru nyampe smg), walhasil balik ke pleburan harus berjam2 karena melewati jalan yang panjang, hehehhe (kata org nyasar…).. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang parah lagi, sebulan kemudian sudah nyampe di Jogja bersama 4 org kwn2 anak bru juga (eda,ami,icha,yori).. hahhaha.. (ini lebih parah)  lagi malam2 nyampe jogja dan nyasar……. Susahnya nyari tempat nginap….. 2 hari bermain di jogja dilanjutkan main ke Borobudur… modal sok tau akhirnya nyampe juga di salah satu situs keajaiban dunia (waktu itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari2 kuliah yg penuh semangat…. Walau terkadang masih sering mempertanyakan tentang langkah mengambil ke UNDIP sudah benar apa blm?? Knp saya bisa sampai di Semarang????  Terkadang ada rasa penyesalan tapi keyakinan bahwa  jalan hidup sudah mengantarkan ke kota ini dan pasti akan dapat pelajran yg sgt berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan meyakinkan bahwa semarang adalah kota harapan buat masa depan saya bertahap mulai mengenali dan akrab dengan kota ini. Dengan mengikuti berbagai kegiatan di kampus maupun diluar telah membuat aq nyaman tinggal di kota ini dan melupakan rasa bosan. Malahan aq lebih mengenal semarang daripada kampong sendiri….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semarang aq bisa mengenal dan mampir dikota2 di jawa, bali, Lombok, Sumbawa, begitu juga sumatera. Aq bisa mengenal org2 dan budaya dari berbagai penjuru nusantara  maupun dunia. Masih teringat ketika aq menysuri pantura dari semarang – Surabaya – bali – mataram – Dompu – Bima (januari 2004). Keberangkatan yg tidak diketahui ortu, tp sangat berkesan.., aq bisa sampai di pulau Sumbawa???... setengah tidak percaya cz kesana sendirian hanya berbekal alamat salah seorang teman SMA yg tinggal disana. Asik sebuah kenangan yg takkan pernah aq lupakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa kuliah hidup tidak teratur, badan kurus,  makan seadanya (walau lmyans erring juga makan Padang), tempat tinggal gk jelas(pernah gk punya kos stahun), jarang mandi, jarang ganti baju, rambut acak2an, kulit tambah hitam…, rajin naik turun gunung, ke pantai dan laut. Tapi kenangan itu akan tetap kuingat… Banyak kenangan selama kuliah, baik, buruk, senang, sedih, etc ( thanks for all yg tlah menemani dan mengisi kehampaan hati q)……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni 2008, setelah 4 tahun 9 bulan kuliah akhirnya Undip menyuruh hengkang dgn meluluskan ujian skripsiq. Agustus baru menerima ijazah dan terpaksa harus bergabung dengan jutaan pencari kerja di seantero jagat ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang… harus sabar dan sabar dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai.. Ternyata jauh lebih berat setelah lulus, dari pada ngurus skripsi.. di sini bertambah lagi kebesaran Nya yang bisa diambil hikmahnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Hikmah yang tersembunyi dalam perjalanan hidup ini. Apalagi saat ku buka diary (catatan perjalanan) yg pernah kutulis shg membuat tersenyum dan bersemangat lagi, apalagi ketika banyak masalah dan kehilangan arah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadapilah dengan senyuman…, sabar… dan ikhlas…  serta semangat!!!!!!!....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smga Tuhan memberikan jalan terbaik…….. amin………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang akan mencari takdirnya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dengarkanlah kata hatimu karena disanalah kamu akan mendapatkan ketenangan jiwa”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-3637617268642802877?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/3637617268642802877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/biografy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/3637617268642802877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/3637617268642802877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/11/biografy.html' title='biografy'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-6636979019321922229</id><published>2008-10-25T12:44:00.000+07:00</published><updated>2008-11-03T11:13:34.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Structure'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mud crab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangrove area'/><title type='text'>Two species of mud crab found in west sumatera</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CREZAPA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CREZAPA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CREZAPA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;" lang="PL"&gt;Rahmat Khairi Dartias. K2A 003 043. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;" lang="PL"&gt;The Structure&lt;b&gt; &lt;/b&gt;of Mud Crab Community in Mangrove Area in Jorong Ujung Labung, Tanjung Mutiara Sub Regency, Agam Regency, West Sumatera&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;" lang="PL"&gt; (Supervised by : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="PL"&gt;Ign. Boedi Hedrarto and Subiyanto)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="PL"&gt;Agam regency is one of areas ini West Sumatera having the big potentials of mud crab, nevertheless not yet becoming a major priority to develop. Mud crab belongs to family of Portunidae which live in various ecosystems such as in mangrove waters, estuarine and some in sea. There are species of mud crab have been identified while those are not yet recognized by the people of Agam regency.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="PL"&gt;The objectives of this research was to determine the spesies, the distribution, and the population and also the effect of location on the population of mud crab to the mangrove area of Tanjung Mutiara sub regency, Agam regency. Furthermore, the research was expected for to be beneficial for future research and the management of mud crab sources in mentioned mangrove area.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="PL"&gt;The research was conducted based on a descriptive survey method from August to October 2007. The data were collected using nested design method in order to get informations from three different stations; of which each was divided into three sub stations.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="PL"&gt;It was found out in the research of two species of mud crab. They was &lt;i style=""&gt;Scylla&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;serrata&lt;/i&gt; and &lt;i style=""&gt;Scylla&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;tranquebarica&lt;/i&gt;. They could be differentiated from 2 carpus spine (ICS and OCS) and the carapace width at spine. Both were species found in all of station. &lt;i style=""&gt;Scylla&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;serrata&lt;/i&gt; caught more than &lt;i style=""&gt;Scylla&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;tranquebarica&lt;/i&gt;. There was no relation between different location and the population of mud crab based on its species and its class market. Station II and III were the areas having the most mud crabs caught, that was 38,17% and 39,19%.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="PL"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-6636979019321922229?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/6636979019321922229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/10/two-species-of-mud-crab-found-in-west.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/6636979019321922229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/6636979019321922229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/10/two-species-of-mud-crab-found-in-west.html' title='Two species of mud crab found in west sumatera'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-1123239106384451525</id><published>2008-10-03T08:25:00.000+07:00</published><updated>2008-10-03T08:35:02.572+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='maninjau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukittinggi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lubuk basung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekanbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebaran'/><title type='text'>lebaran paling mengesankan bagiku...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SOV18lROOgI/AAAAAAAAABc/Qv8sL4SRlkU/s1600-h/02102008003555.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SOV18lROOgI/AAAAAAAAABc/Qv8sL4SRlkU/s320/02102008003555.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252734224054499842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;lebaran taun ini akan mejadi lebaran yang paling mengesankan buatku.&lt;br /&gt;banyak hal yang aku pelajari ari kepulangan ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisanku bbrp hari lalu ttg kepulangan kali ini antara senag,sedih,bahagia,penyemangat dan juga malu telah menjadi kenyataan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku senang nd bahagia banget bertemu dengan bapak ibu kakak adik keponakan2ku dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga besar.&lt;br /&gt;pergi lebaran rame2 dan main2 di pinggiran danau maninjau, bakar2 ikan dekat rumah, sebuah peristiwa langka yang aku nikmati di lebaran tahun ini...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SOV1bN3TbsI/AAAAAAAAABM/yRkj3EFS9WY/s1600-h/01102008180502.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SOV1bN3TbsI/AAAAAAAAABM/yRkj3EFS9WY/s320/01102008180502.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252733650836090562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;terasa sedih karena ada yang tidak lengkap seperti tahun2 sebelumnya.., walau itu semua sudah takdir illahi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau aq belum bekerja, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SOV1wFeBxVI/AAAAAAAAABU/kYfC7ofKrqo/s1600-h/01102008180744.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SOV1wFeBxVI/AAAAAAAAABU/kYfC7ofKrqo/s320/01102008180744.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252734009359844690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;tapi aq mendapatkansemangat tuk merantau dan harus menjadi orang agar bisa membahagiakan orang tua dan bisa membantu keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak kejadian yang aneh dan tidak pernah aku bayangkan, tapi dari itu semua aq menjadi lebih tau tentang keadaan kampung yang sudah tidak aku ikuti perkembangannya sejak 2003. aq harus pergi ..!!!!! aq harus merantau!! aq harus jadi orang!!!!! aq harus jadi oarang yang berguna!!!!! aq harus bisa menjadi penyemangat buat yang lain!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pergi lebaran di kampung seperti menyusuri dan mengingat kembali masa2 kecil ketika dulu kita pergi lebaran rame2 (manambanga)... kali ini juga rame2 dengan rombongan yang sama pada waktu kecil dan sudah lebih dari 5 tahun tidak ketemu... aq senang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sekarang aq berada di salah satu sudut kota pekanbaru, RIAU.,, ikut keluarga balik ke kota ini tuk bersilaturrahmi dengan keluarga yang lain di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SOV2SsYGF3I/AAAAAAAAABk/xmmcJsk2Mb4/s1600-h/02102008143405.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SOV2SsYGF3I/AAAAAAAAABk/xmmcJsk2Mb4/s320/02102008143405.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252734603919497074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dengan berhenti dulu di bukittinggi dan mampir di museum rumah kelahiran bung hatta menbuat semangat tuk berhasilku menjadi bertambah. kenapa tidak.. dengan keadaan rumah seperti itu bung hatta bisa menjlejahi dunia dan menjadi salah seorang yang paling berpengaruh di republik ini... kenpa aq tidak??? semangat!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam perjalanan dari lubuk basung - pekanbaru.., aq hampir saja meneteskan air mata... aq teringat nenek.... aq ingat masa2 kecil ketika pergi ke pekanbaru ma dia naik bis.... tapi sekarang dia sudah gak da lagi, kepergiannya pun aq tidak ikut melepasnya sampai peristirahatan terkhir karena aq berada jauh di semarang, tapi semoga allah mengampuninya dan menempatkan pada sisi yang mulia, aminnn..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pkl. 02.00 am tgl 3 september nyampe juga di kota pekanbaru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gila kota ini jauh berubah.., aq tidak mengenal kota ini lagi...,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rencana cuma sehari disini, dan nanti malam kembali ke kota padang,tuk menghadiri halal bihalal ikammi semarang di sanaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hikmah di balik kepulangan ku...&lt;br /&gt;walau belum bekerja walau sedikit malu aq belajar banyak tuk mempersiapkan kehidupan selanjutnya.. uang dapat dicari tapi kehangatan keluarga tak bisa tergantikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai jumpa di tulisan selanjutnya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-1123239106384451525?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/1123239106384451525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/10/lebaran-paling-mengesankan-bagiku.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/1123239106384451525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/1123239106384451525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/10/lebaran-paling-mengesankan-bagiku.html' title='lebaran paling mengesankan bagiku...'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SOV18lROOgI/AAAAAAAAABc/Qv8sL4SRlkU/s72-c/02102008003555.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-4533879015740369019</id><published>2008-09-13T19:58:00.000+07:00</published><updated>2008-09-13T20:00:38.812+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masa depan'/><title type='text'>Bisa Mudik tp bs balek gk y?</title><content type='html'>Lebran taon ini sudah 85% aq akn pulg ke tanah kelahrn dlu. Rasany tdk afdhol sblm serius mencri kerja ktmu n kumpul ma kelg. &lt;br /&gt;Entah knpa aq menjdi aneh n skg mulai memkrkn kelg, entah kpn dmulainy aq jg gk tau, tp seingatq skripsi tlah membuatq byk brubh, wlau aq hrus blajar lbh byk lg, &lt;br /&gt;entah senang ato mlhn kasihn jg klo tringt msa2 kuliah dsmrg, sejak awl brkt taon 2003 ampe 2008 gk pernh ada kelg yg menengokq d smg, dlu saat pertma kali brkt hny ibu yg mlepas d bndara tabing,padang n smpi wisuda hny teman2 yg q tmukn dsmg yg menemaniq, tp di saat2 trakhr skripsi aq diajari tuk lbh sabar n ikhlas ketika bbrp hri sblm sidang kakak sulungq dpanggl Nya, dan skg stlah lulus ortu gk mau ank2ny trlalu jauh mrntau, yaa, smua rncna n keingnan smasa kuliah hrus dpending dlu, smga kepulangan kali ini bsa membwkn jaln yg terbaik buat masa depanq, aminn, jujur aq msh ingn kuliah lg, kerj dluar negri ato mengabdi di daerah2 terpencil, pengen ke indonesia timur... &lt;br /&gt;MEnunggu tgl 20 sept rasany lma juga, ikut PULANG BASAMO ikammi-smrg, sbuah keingnan yg sudh lma aq dambkn, knp tdk cz slama kul blm pernh pulg bareng slalu sndiri..., tp skg jg bingung mau naik dri smrg or merak aj..., " aq yakin smua yg tlah,sedang dan akan terjadi sudah di atur NYA' bsakah qt melaluiny dg sabr n ikhlas? Jgn pernah ada dendam, maafknlah org yg tlah brbuat slah pd qt,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-4533879015740369019?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/4533879015740369019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/09/bisa-mudik-tp-bs-balek-gk-y.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/4533879015740369019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/4533879015740369019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/09/bisa-mudik-tp-bs-balek-gk-y.html' title='Bisa Mudik tp bs balek gk y?'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6018610158821315213.post-6212815826836096499</id><published>2008-08-27T22:06:00.000+07:00</published><updated>2008-08-27T22:17:52.001+07:00</updated><title type='text'>meninggalkan "nya"</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SLVv1wzbjzI/AAAAAAAAAAQ/3e7RbSJpc-k/s1600-h/Bakodak_euy!017.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239216710939807538" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SLVv1wzbjzI/AAAAAAAAAAQ/3e7RbSJpc-k/s320/Bakodak_euy!017.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;gak tau apa yang membuatku jadi bingung..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;secepat inikah aku harus meninggalkan "nya"???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;Links&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://news.google.com/"&gt;Google News&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;li&gt;&lt;a href="http://EDITME"&gt;Edit-Me&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6018610158821315213-6212815826836096499?l=aatagam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aatagam.blogspot.com/feeds/6212815826836096499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/08/meninggalkan-nya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/6212815826836096499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6018610158821315213/posts/default/6212815826836096499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aatagam.blogspot.com/2008/08/meninggalkan-nya.html' title='meninggalkan &quot;nya&quot;'/><author><name>aat_agam_piliang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06089388180134658539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/THnfd0RiZQI/AAAAAAAAAEI/vyyCruJADXE/S220/44554_152903978058236_100000159044428_495328_4624978_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_caGn9eHPZdA/SLVv1wzbjzI/AAAAAAAAAAQ/3e7RbSJpc-k/s72-c/Bakodak_euy!017.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
